Usai Angkut Sampah Lama, Pemkot Gandeng Pasar Jaya Kelola Sampah Pasar Induk Kramat Jati

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Antara/Siti Nurhaliza.

Usai Angkut Sampah Lama, Pemkot Gandeng Pasar Jaya Kelola Sampah Pasar Induk Kramat Jati

Cony Brilliana • 11 January 2026 22:38

Jakarta: Setelah pengangkutan besar-besaran tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati yang dimulai sejak Kamis, 8 Januari 2026, pemerintah daerah memastikan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Penguatan kolaborasi lintas pihak menjadi fokus pascapenanganan, Minggu, 11 Januari 2026.

Selain mengangkut sampah lama, pemerintah kecamatan bersama Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga kondusivitas kawasan pasar. Salah satunya dengan menggandeng manajemen Pasar Jaya dalam pengelolaan sampah berbasis kawasan.

Kepala Satpel Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, mengatakan kolaborasi dilakukan untuk menguatkan pelaksanaan Peraturan Gubernur Nomor 102 tentang pengelolaan sampah berbasis wilayah dan kawasan pasar.

“Ke depan, untuk menjaga kondusivitas, kami akan berkolaborasi dengan manajemen Pasar Jaya, dalam hal ini Pasar Induk, untuk menggalakkan pelaksanaan Pergub 102 terkait pengelolaan sampah berbasis kewilayahan dan area pasar,” ujar Dwi.
 


Kolaborasi tersebut menegaskan kewajiban pengelola kawasan pasar dalam mengelola sampahnya sendiri sesuai regulasi. Pemerintah juga membuka peluang penambahan armada khusus yang bertugas secara rutin di Pasar Induk Kramat Jati.

“Ini merupakan kewajiban manajemen pasar dalam pengelolaan sampah sesuai Pergub 102 yang mengatur pengelolaan sampah di kawasan. Ke depannya, kolaborasi akan terus diperkuat,” tambah Dwi.

Dwi menjelaskan, penumpukan sampah sebelumnya dipicu kombinasi faktor teknis dan peningkatan volume sampah musiman. Sejumlah armada sempat mengalami keterlambatan operasional akibat perbaikan kendaraan.


Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Antara/Siti Nurhaliza.

Selain itu, lonjakan volume sampah terjadi pada akhir November hingga Desember seiring musim buah dan sayur. Kondisi serupa umumnya terjadi dua kali dalam setahun dan berpotensi meningkat menjelang hari raya.

Masalah tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati telah berlangsung beberapa waktu dan memicu keluhan warga sekitar. Sampah lama yang menumpuk menjadi sumber bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas pasar.

Saat ini, fokus pemerintah adalah menuntaskan pengangkutan sampah lama agar hanya tersisa sampah baru dari aktivitas harian pasar, seiring penguatan kolaborasi lintas instansi dan pengelola kawasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Misbahol Munir)