Antisipasi Karhutla, Kementerian Lingkungan Hidup Fokus Mitigasi di 3 Provinsi Rawan

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat (tengah). Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Antisipasi Karhutla, Kementerian Lingkungan Hidup Fokus Mitigasi di 3 Provinsi Rawan

Rifda Muthia Zahra • 13 May 2026 11:23

Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup memperkuat sinergi lintas sektor untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Fokus utama mitigasi diarahkan pada tiga provinsi rawan, yakni Sumatra Selatan, Riau, dan Kalimantan Tengah, dengan dukungan pendanaan serta kolaborasi bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

"Sekarang yang kita sedang lakukan bersama dengan BPDLH, kita akan menggelontorkan sejumlah dana untuk bersama-sama nanti memitigasi potensi-potensi hotspot yang biasanya selalu terbakar,” jelas Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat di Pos Bloc, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
 


Jumhur menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk menggelar apel siaga yang melibatkan pemerintah pusat hingga tingkat kabupaten. Integrasi kekuatan personel di daerah-daerah diharapkan mampu menekan luas area kebakaran secara signifikan pada tahun ini.

“Kita sudah beberapa kali apel lintas pemerintahan, lintas provinsi, lintas kabupaten, termasuk pemerintah pusat, dan semua kekuatan yang ada di daerah-daerah,” jelas Jumhur.


Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Foto: Metro TV/Rifda Muthia Zahra.

Selain penguatan personel, Kementerian Lingkungan Hidup berencana merangkul pengelola konsesi lahan, masyarakat, hingga tokoh masyarakat setempat. Pelibatan aktif sektor swasta dan warga lokal dipandang sebagai kunci utama agar upaya mitigasi di lapangan berjalan lebih serius dan efektif untuk mencapai target nol kebakaran di titik rawan.

“Kami akan mengumpulkan pengelola konsesi, masyarakat, serta tokoh masyarakat untuk kita gerakkan kerja, sehingga mereka lebih serius lagi memitigasi supaya tidak terjadi kebakaran di 28 titik yang kita harapkan," ucap Jumhur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)