Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Husen Miftahudin
Rupiah Dibuka ke Rp17.866/USD Selasa Pagi
Eko Nordiansyah • 2 June 2026 09:12
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah masih tertekan saat dolar AS menguat di tengah ketidakpastian perundingan perdamaian antara AS-Iran.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 2 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.866 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 61 poin atau setara 0,34 persen dari Rp17.805 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.879 per USD. Rupiah justru bergerak melemah satu poin dari Rp17.878 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Tekanan global masih membayangi rupiah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak secara fluktuatif cenderung melemah. Saat ini perhatian pelaku pasar global tertuju pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.Menurut Ibrahim, pasar masih menunggu arah kebijakan yang akan diambil oleh Presiden AS Donald Trump terhadap kesepakatan tersebut. Ketidakpastian ini berpotensi memicu peningkatan volatilitas di pasar keuangan global.
Ia memperkirakan kemungkinan nota kesepahaman antara kedua negara tersebut akan menghadapi penolakan dari pihak Amerika Serikat. Jika skenario tersebut terjadi, sentimen risiko global dapat kembali meningkat.
"Rupiah kemungkinan di hari Selasa pada saat pembukaan pasar di Indonesia, kemungkinan besar akan kembali mengalami pelemahan," kata dia.
Meski begitu, ia menilai, implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang mewajibkan dana hasil ekspor ditempatkan di perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan mendorong penguatan rupiah. Kebijakan ini dinilai akan meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri.