Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Anadolu Agency)
Xi Jinping Dorong Penyelamatan Maksimal usai Ledakan Tambang Tewaskan 90 Orang
Dimas Chairullah • 23 May 2026 15:48
Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta tim penyelamat mengerahkan seluruh upaya setelah ledakan gas di tambang batu bara di Provinsi Shanxi menewaskan sedikitnya 90 orang.
Ledakan terjadi di bawah tanah pada hari Jumat sekitar pukul 19.30 waktu setempat, berlokasi di tambang batu bara Liushenyu, Kabupaten Qinyuan, menurut laporan kantor berita pemerintah Xinhua.
Dikutip dari Euronews, jumlah korban tewas meningkat tajam pada Sabtu, 23 Mei 2026. Saat insiden terjadi, sebanyak 247 pekerja dilaporkan sedang berada di bawah tanah.
Xi Jinping menyerukan “upaya penyelamatan penuh” untuk mencari korban hilang dan merawat korban luka. Ia juga memerintahkan investigasi menyeluruh terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Menurut Xinhua, pihak yang bertanggung jawab atas perusahaan tambang terkait telah “diamankan sesuai hukum.”
Ratusan Personel Dikerahkan
Pemerintah Tiongkok mengirim enam tim penyelamat darurat yang terdiri dari 345 personel ke lokasi kejadian. Operasi pencarian dan evakuasi masih berlangsung hingga Sabtu waktu setempat.Insiden di tambang Liushenyu disebut sebagai salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
Ledakan gas masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di industri tambang batu bara Tiongkok meski pemerintah telah memperketat standar keselamatan dalam dua dekade terakhir.
Baca juga: Melonjak Tajam, Korban Tewas Ledakan Tambang di Tiongkok Jadi 90 Orang