Petugas kepolisian mengamati dan melakukan pencarian korban ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Polisi Periksa 18 CCTV Usut Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel
Silvana Febiari • 15 October 2026 13:15
Tangerang Selatan: Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa 18 kamera pengawas (CCTV) dari lokasi ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Hal itu dilakukan untuk membantu petugas dalam mengungkap penyebab ledakan yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026.
"Kurang lebih ada 18 unit CCTV kita amankan dalam proses penyelidikan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan di Tangerang Selatan, dilansir Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut dia, pengamanan CCTV tersebut dilakukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua. Kamera pengawas yang diamankan itu didapat dari beberapa lokasi dan sudut penempatan CCTV, termasuk yang berada di dalam bangunan terdampak ledakan.
Baca Juga :
"Kami juga menyita perangkat perekam atau decoder untuk memeriksa rekaman yang tersimpan," ungkap Imron.
Rekaman tersebut akan ditelusuri untuk mengetahui situasi di lokasi sebelum ledakan. Pemeriksaan itu juga menjadi bagian dari upaya penyelidik mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
"Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja," ujarnya.
Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung dan polisi belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan tersebut.

Petugas gabungan dari BPBD Tangerang Selatan, kepolisian, dan TNI melakukan pencarian korban ledakan di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 14 Oktober 2026. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring, mengatakan timnya menemukan sejumlah komponen saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan. Temuan tersebut meliputi tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, serta sebuah dinamo.
"Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen," tuturnya.
Pihaknya masih akan memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo guna mengetahui kemungkinan adanya kerusakan yang dapat menimbulkan percikan api. "Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan yang ruangan refine itu, refine untuk mematangkan buah pisang," jelas Jakaria.
Hingga Kamis hari ini, polisi mencatat sebanyak 13 orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Rinciannya, dua orang meninggal dunia, sedangkan 11 lainnya masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.