Pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Liberman. (Anadolu Agency)
Liberman Serukan Pemberontakan di Partai Likud untuk Singkirkan Netanyahu
Willy Haryono • 28 October 2026 15:47
Tel Aviv: Pemimpin Partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Liberman, menyerukan “pemberontakan” internal di Partai Likud untuk menggulingkan pemimpinnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dituduhnya telah menghancurkan kubu politik nasionalis Israel.
Pernyataan itu disampaikan setelah pemungutan suara dalam pemilihan umum parlemen Israel yang berlangsung ketat pada Selasa berakhir.
“Satu hal menjadi jelas hari ini: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertindak seperti pemimpin organisasi kriminal, tidak kurang dari itu. Ia telah melewati semua batas merah,” kata Liberman, seperti dilaporkan kantor berita Channel 12, Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia mengaku menerima puluhan telepon dari rekan-rekannya di Likud dan mendesak mereka mengambil tindakan untuk menyingkirkan Netanyahu dari politik.
“Saya mendapat puluhan telepon dari teman-teman saya di Likud. Orang ini harus meninggalkan panggung politik,” ujarnya.
“Angkat bendera pemberontakan di dalam Likud dan katakan dengan lantang apa yang sudah Anda pikirkan. Netanyahu telah menghancurkan kubu nasionalis,” tambah Liberman.
Upaya Membuka Jalan bagi Pemerintahan Eisenkot
Seruan Liberman memiliki arti penting karena ia menolak pembentukan pemerintahan minoritas yang bergantung pada dukungan tidak langsung anggota parlemen Arab sebagai penopang atau safety net. Opsi tersebut dapat dipertimbangkan partai-partai oposisi jika gagal memperoleh mayoritas 61 kursi di Knesset yang memiliki 120 kursi.Langkah Liberman dapat dipandang sebagai upaya membuka jalur alternatif untuk membentuk pemerintahan yang dipimpin Gadi Eisenkot, dengan menarik sejumlah anggota parlemen Likud yang berhaluan kanan-tengah agar menjauh dari Netanyahu.
Jika upaya tersebut berhasil memperoleh dukungan anggota parlemen Likud dalam jumlah memadai, blok Eisenkot yang mencakup Partai Yisrael Beiteinu berpotensi membentuk mayoritas tanpa dukungan partai-partai Arab.
Skenario itu juga dapat memungkinkan pembentukan pemerintahan tanpa Netanyahu serta tanpa dua partai, yakni Jewish Power yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Religious Zionism yang dipimpin Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.
Partisipasi Pemilih Tertinggi sejak 1999
Partisipasi pemilih dalam pemilihan parlemen pada Selasa mencapai 77,7 persen, naik 7,1 poin persentase dibandingkan pemilihan 2022. Pejabat pemilu mengatakan tingkat partisipasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak 1999.Hasil exit poll yang dipublikasikan media Israel menunjukkan blok Netanyahu unggul atas aliansi oposisi. Namun, kedua kubu diproyeksikan belum memperoleh 61 kursi yang dibutuhkan untuk menguasai mayoritas di Knesset.
Hasil resmi pemilihan dijadwalkan diumumkan pada 4 November.
Baca juga: Kubu Netanyahu Diproyeksikan Raih 56 Kursi Parlemen, Tak Cukup untuk Capai Mayoritas