Bahlil Komitmen Wujudkan Penguatan Energi Bersih dan Pemerataan Akses Listrik

Simposium PIKI di Grand Chapel Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Karawaci, Tangerang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Bahlil Komitmen Wujudkan Penguatan Energi Bersih dan Pemerataan Akses Listrik

whis • 17 October 2026 08:59

Tangerang: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons positif rekomendasi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) terkait pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan pemerataan akses listrik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Rekomendasi tersebut disampaikan dalam Simposium PIKI di Grand Chapel Kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Karawaci, Tangerang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Bahlil menyatakan rekomendasi itu dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan peta jalan kebijakan Kementerian ESDM. Dua isu yang menjadi perhatian utama PIKI ialah percepatan pengembangan energi nuklir dan pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat di daerah yang belum terjangkau layanan kelistrikan secara memadai.

Ketua Steering Committee Simposium PIKI sekaligus Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menjelaskan alasan organisasi tersebut mendorong pengembangan PLTN sebagai salah satu sumber energi nasional.

“Pemikiran utama PIKI adalah mendorong pembangkit tenaga nuklir karena dengan alasan rendah emisi, berdaya besar, murah, bersih dan aman selamat. Terutama penyediaan listrik di 3T. Bermanfaat bagi negeri tersedia harga energi melimpah dan relitif murah dan bersih,” beber Tony dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 17 Oktober 2026.
 


Sebelumnya, Tony menyampaikan lima rekomendasi hasil simposium secara tertulis. Pertama, mendorong pembauran energi nasional yang berkelanjutan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi menuju Indonesia Maju 2045 dan target net zero emission pada 2060.

Kedua, mempercepat pembangunan PLTN yang aman, rendah karbon, berkelanjutan, dan merata dengan tetap mengutamakan keselamatan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ketiga, memperluas akses energi sebagai kebutuhan dasar masyarakat melalui dukungan anggaran, pengembangan teknologi dan infrastruktur, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Keempat, mempercepat pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan memanfaatkan kapasitas intelektual dan jaringan PIKI di berbagai daerah. Kelima, mempercepat pemerataan elektrifikasi hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, termasuk daerah terpencil serta pulau-pulau kecil berpenduduk.

Menanggapi usulan tersebut, Bahlil menyatakan sejalan dengan upaya PIKI dalam mendorong pemerataan akses energi. Ia menyoroti masih adanya ribuan desa yang belum menikmati layanan listrik, meskipun Indonesia telah merdeka selama lebih dari delapan dekade.

Bahlil juga menyampaikan target pemerintah untuk memperluas jangkauan listrik ke seluruh desa pada periode 2029-2030. Ia memaparkan sejumlah angka program elektrifikasi desa untuk beberapa tahun mendatang.

“Insyaallah saya istiqama, saya jadikan dasar pijakan, dalam merumuskan sekaligus anggaran setiap tahun 10-15T, untuk anak di desa pedalaman pulau kecil. Mereka mendapat hak sama mendapat pelayanan listrik negara. Pak Dirjen langsung masukkan rekomendasi PIKI ke road map ESDM,” tegas Bahlil.

Ia menekankan pemerataan listrik perlu menjadi bagian dari pemenuhan hak masyarakat, termasuk warga di wilayah pedalaman dan pulau-pulau kecil. Menurut Bahlil, ketersediaan listrik dapat mendukung akses pendidikan serta membuka kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Tidak berlebihan daerah 3T harus dituntaskan setiap desa menerima listrik, saya mimpi dengan listrik mereka sekolah, bisa membuka dunia internasional. Ada kesempatan yang sama, sama seperti di pusat kota. Nasionallisme sejati 24 karat masih ada di pelosok Indonesia,” imbuhnya.


Dorong Penambahan Kapasitas PLTN

Selain pemerataan elektrifikasi, Bahlil menyoroti peluang pengembangan energi nuklir di Indonesia. Ia mengungkapkan telah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Rusia untuk membahas hubungan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin. Dalam pertemuan tersebut, menurut Bahlil, pengembangan teknologi nuklir menjadi salah satu topik pembicaraan.

“Rusia bukan kaleng-kaleng dalam penguasaan teknologi nuklir. Salah satu pembicaraan adalah Rusia menawarkan teknologi nuklir ke Indonesia. Tidak hanya Rusia tawaran yang sama datang dari Jerman, Jepang, Korea dan Kanada. Dalam RUPTL nuklir tadinya 500 MGW nuklir dengan dorongan PIKI yang mengatakan salah satu energi bersih, murah dan aman, maka masukkan jadi naik 1.500 MGW tahap pertama 2026. Kalau belum diubah maka belum ada RUPTL, tidak ada tanda tangan,” tegas Bahlil.

Bahlil menyampaikan dukungan terhadap pengembangan nuklir sebagai bagian dari pembahasan bauran energi nasional. Ia juga mengajak PIKI bekerja sama dengan pemerintah dalam program hilirisasi. Dalam kesempatan yang sama, Bahlil mengingatkan peran historis PIKI sebagai salah satu organisasi pendiri Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar). Ia menyebut terdapat 97 organisasi yang menjadi bagian dari pendirian Sekber Golkar, termasuk kelompok cendekiawan.

“Jadi 10 organisasi cendikiawan, termasuk didalamnya salah satunya PIKI. yang menandatangi deklarasi adalah Pak Radius Prawiro, mungkin tidak banyak tahu orang PIKI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PIKI Maruarar Sirait berharap rekomendasi yang dirumuskan melalui simposium dan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan negara. Ia juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dan lahirnya tokoh-tokoh baru yang berkontribusi bagi Indonesia.

“PIKI berharap akan ada Leimena-Leimena baru, Radius Prawiro, Luhud Panjaitan, Manase Malo yang lahir menjadi tokoh bangsa. Ada nanti regenerasi baru. Kita yang senior-senior ini hanya memfasilitasi. Suatu saat kalian berdiri di panggung ini kami hanya melihat dari jauh. Kami bangga regenerasi umat Kristen dalam negara Indonesia,” pesannya.

Maruarar juga menyoroti pentingnya membangun kehidupan berbangsa yang inklusif serta mendorong kontribusi seluruh elemen masyarakat bagi Indonesia. Ia mencontohkan pengalamannya selama 15 tahun menjadi anggota legislatif dari daerah pemilihan Subang, Majalengka, dan Sumedang (SMS), yang menurutnya memiliki karakteristik masyarakat dengan mayoritas pemeluk Islam dan bersuku Sunda.

“Saya merasakan indahnya Indonesia, 15 tahun maju dari Dapil Subang Majalengka Sumedang (SMS) 99 persen warganya Islam, 95 persen suku Sunda. Gus Dur pernah tanya kenapa bisa terpilih 15 tahun dari sana. Saya jawab Gus Dur, saya menemukan Islam yang bersahabat. Saya belajar dari Pak Bahlil kader-kader lintas Cipayung yang bukan HMI seperti GMKI, PMKRI dan lainnya, semua diakomodasi, jadi contoh yang baik," kata Ara.

(Whisnu M)