Press Conference JRF 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
DKI Gratiskan Transportasi Umum bagi Peserta Jakarta Running Festival 2026
Siti Yona Hukmana • 30 September 2026 19:39
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan pihaknya siap mendukung gelaran Jakarta Running Festival (JRF) pada 24–25 Oktober 2026. Salah satunya, mempersiapkan rute hingga menggratiskan biaya transportasi publik bagi peserta acara tersebut.
“Kami memberikan totalitas support, mulai persiapan tempat atau jalan yang digunakan untuk lari, layanan kesehatan, termasuk dalam kesempatan ini, saya ingin mengumumkan semua transportasi akan menjadi Rp0 pada saat itu. Transportasi yang dikelola oleh Jakarta. Kami Rp0-kan bagi semua yang memakai BIB maraton ini,” kata Pramono dalam konferensi pers JRF 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 30 September 2026.
“Bawa duit sebanyak-banyaknya, belanjalah di Jakarta, semuanya murah-murah dan nanti pasti happy untuk itu. Tetapi yang paling penting adalah pesan saya kepada JRF sendiri, harus ada kapitalisasi apakah itu oleh influencer atau oleh siapa pun, harapan saya satu minggu setelah acara ini tetap bergema di dunia,” ujar Pramono.
.jpeg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu 30 September 2026. Foto: Metro TV/Nattasya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi peningkatan jumlah peserta dan standar penyelenggaraan JRF. Menurut Luhut, jumlah peserta maraton tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ya, saya kira dengan leadership Pak Pramono Anung, kita lihat Jakarta berubah ya. Paling tidak, saya juga lihat dari tahun lalu ke tahun ini angkanya naik, tiga kali lebih banyak jumlah maraton dibanding tahun lalu,” ujar Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menyoroti capaian label internasional yang diperoleh penyelenggara setelah memenuhi standar penyelenggaraan yang ditetapkan.
“Dan saya kira ini yang pertama kali mendapat gold. Jadi yang baru dapat gold Pak Pramono, baru ini. Sepanjang berapa tahun sudah ada marathon run di Indonesia, ini yang baru gold. Dan saya pikir kami tidak memberikan kaleng-kaleng, tapi kita enggak ada alasan tidak memberikan, karena semua standar kriteria yang ada itu dipenuhi oleh KLAB ini,” ungkap Luhut.