Moldova Klaim Lima Senjata Rusia Langgar Wilayah Udara dan Meledak

Presiden Moldova Maia Sandu. (Anadolu Agency)

Moldova Klaim Lima Senjata Rusia Langgar Wilayah Udara dan Meledak

Willy Haryono • 3 October 2026 19:01

Chisinau: Presiden Moldova Maia Sandu mengatakan lima senjata udara Rusia, termasuk rudal Banderol dan drone, melanggar wilayah udara Moldova dan meledak di wilayah negara tersebut pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Sandu memperingatkan bahwa serangan Rusia terhadap negara tetangga, Ukraina, “secara berbahaya mulai menjangkau Moldova”.

“Moskow menempatkan nyawa dalam bahaya di seluruh Eropa dan harus dihentikan,” tulis Sandu melalui platform media sosial X yang dikutip Anadolu.

Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Moldova “mengecam keras” apa yang disebutnya sebagai pelanggaran wilayah udara negara tersebut.

Kementerian mengatakan serpihan drone ditemukan di luar Causeni, dekat Desa Dubovca, di antara wilayah Delacau dan Puhaceni, serta dekat Crocmaz. Di lokasi terakhir, insiden tersebut menyebabkan kebakaran vegetasi dan kerusakan properti.

“Perang Rusia terhadap Ukraina terus menimbulkan ancaman nyata bagi negara kami dan keamanan seluruh kawasan,” kata Kementerian Luar Negeri Moldova.

Moskow belum memberikan komentar terkait tuduhan Moldova tersebut.

Kamis lalu, Kementerian Luar Negeri Moldova memanggil Duta Besar Rusia untuk Chisinau untuk menyampaikan nota protes setelah tiga drone melanggar wilayah udara Moldova dalam satu hari.

Kementerian mengatakan dua dari drone tersebut jatuh dan meledak di wilayah Moldova. Mereka juga menegaskan bahwa selama tujuh hari terakhir, wilayah udara Moldova telah dilanggar sebanyak delapan kali.

Duta Besar Rusia untuk Moldova Oleg Ozerov menuduh Chisinau mengabaikan usulan Moskow untuk melakukan penyelidikan bersama terkait insiden drone yang jatuh di wilayah Moldova.

“Kami sudah muak dengan tuduhan yang tidak berdasar,” kata Ozerov kepada kantor berita pemerintah Rusia Tass setelah mengunjungi Kementerian Luar Negeri Moldova.

“Kami tidak menerima bukti bahwa drone tersebut berasal dari Rusia,” ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, semakin banyak negara Eropa memprotes dugaan masuknya drone Rusia ke wilayah udara mereka. Moskow membantah tuduhan tersebut.

Baca juga: Serangan 120 Drone Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, 80 Lebih Terluka

(Willy Haryono)