Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.
KAI Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi KNKT Terkait Tabrakan di Bekasi
Kautsar Widya Prabowo • 3 October 2026 08:23
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat tindak lanjut rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait keceakaan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Jalur I Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Sebanyak enam rekomendasi yang ditujukan kepada KAI ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing.
“Fokus kami adalah menyelesaikan rekomendasi KNKT dengan cepat dan tepat. Yang bisa langsung dilakukan, kami jalankan. Yang membutuhkan kajian dan penyempurnaan, kami percepat,” ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 3 Oktober 2026.
Bobby menjelaskan, enam rekomendasi KNKT tersebut secara umum mencakup penguatan komunikasi dan prosedur keselamatan, evaluasi kondisi pendukung kerja masinis, pengendalian perjalanan, serta peningkatan kemampuan personel.
Sejumlah tindak lanjut telah berjalan. Hal itu dilakukan melalui penyempurnaan prosedur hingga kajian terhadap aspek operasional yang direkomendasikan KNKT.
Bobby menegaskan KAI tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Di sisi lain, perusahaan memastikan pegawai yang menjalani proses hukum mendapatkan pendampingan dan bantuan hukum.
“Perusahaan akan memastikan pendampingan dan bantuan hukum diberikan, agar yang bersangkutan tidak menghadapi proses ini sendirian,” kata Bobby.

Evakuasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi. Foto: Antara.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, selama proses investigasi berlangsung, pihaknya juga menjalankan sejumlah langkah peningkatan keselamatan di lapangan.
KAI telah menutup 172 titik perlintasan sebidang hingga 23 Juli 2026. Selain itu, KAI mencatat 6.259 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang serta 988 kegiatan sosialisasi dan edukasi di sekolah dan tempat ibadah sepanjang 2022-2025.
“Perbaikan kami jalankan secara bertahap dan terukur, mulai dari penanganan perlintasan, kesiapan petugas, fasilitas keselamatan, hingga edukasi kepada masyarakat,” ujar Anne.