Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak Cari 2 Korban Longsor di Pelaga Glamping Bali

Tanah longsor terjadi di kawasan Glamping Pelaga Eco Park, Banjar Bukit Buluk Tihing, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (1/11). (Foto: BPBD Kab. Badung).

Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak Cari 2 Korban Longsor di Pelaga Glamping Bali

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 16:00

Denpasar: Tim SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian dua wisatawan korban longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali. Satu anjing pelacak dikerahkan untuk mencari posisi kedua korban.

"Kendalanya di sungai tidak ada, tetapi tetap kami berupaya mengerahkan alkon, alat manual, dan juga satu anjing pelacak untuk melacak posisi titik yang kita curigai," kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, Selasa. 3 November 2026, melansir Antara


Selain mengerahkan anjing pelacak, tim SAR gabungan juga mengerahkan berbagai perlengkapan mulai dari mesin pompa air atau alkon, alat manual seperti cangkul dan sekop. Hingga Selasa sore ini, Basarnas Bali belum menemukan indikasi pasti posisi korban. 

Tim SAR gabungan cari wisatawan korban tanah longsor di glamping Desa Pelaga, Denpasar, Selasa (3/11/2026). ANTARA/Ho-Basarnas Bali

Ia menegaskan pelaksanaan operasi SAR berpedoman pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan yang dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari. Jika dalam kurun waktu tersebut korban belum ditemukan, operasi akan dilanjutkan dengan pemantauan serta koordinasi bersama masyarakat setempat.

Berdasarkan data Polsek Petang, dua wisatawan yang sedang berlibur dan menjadi korban longsor ini adalah Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Bangkit Khoirul Mubarok serta Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman bernama Sacha Erich Schubert. Basarnas Bali menduga musibah tersebut akibat guyuran hujan deras yang memicu tanah longsor hingga menimpa bangunan tempat korban menginap pada Minggu, 1 November 2026.

(Lukman Diah Sari)