Rupiah Dibuka ke Rp17.944/USD Rabu, 1 Juli 2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka ke Rp17.944/USD Rabu, 1 Juli 2026

Eko Nordiansyah • 1 July 2026 09:20

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan saat dolar AS menguat tipis didukung data ketenagakerjaan di dalam negerinya.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 1 Juli 2026, rupiah berada di level Rp17.944 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 37 poin atau setara 0,21 persen dari Rp17.907 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.957 per USD. Rupiah bergerak datar dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin.



(Ilustrasi. MI/Susanto)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan Rabu ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah akan bergerak di rentang Rp17.900 per USD hingga Rp17.950 per USD.

Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah dipengaruhi oleh sentimen pasar yang mengamati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Doha di tengah serangan rudal akhir pekan dari kedua belah pihak yang menguji gencatan senjata.

Selain itu, keyakinan pasar semakin membesar terkait langkah Federal Reserve AS yang akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini. Hal ini terjadi setelah bank sentral menunjukkan sikap hawkish selama pertemuan Juni, dengan beberapa pembuat kebijakan terlihat menyerukan kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, lanjut Ibrahim, pasar juga menunggu data neraca perdagangan untuk periode Mei. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan melaporkan data inflasi Juni 2026.

Inflasi pada Mei mendekati batas atas target Bank Indonesia, dipimpin oleh kenaikan harga pangan. Secara agregat nasional stabilitas harga dan konsumsi masih terkendali. Namun, pergerakan inflasi di beberapa daerah menunjukkan alarm, khususnya Sumatra yang mencatatkan tekanan harga relatif lebih tinggi daripada wilayah lain.  

(Eko Nordiansyah)