Parkir Liar di Jakarta Masih Menjamur Meski Penertiban Terus Dilakukan

Parkir liar. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

Parkir Liar di Jakarta Masih Menjamur Meski Penertiban Terus Dilakukan

Muhammad Iqbal Sidiq • 3 May 2026 17:22

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah gencar memberantas praktik parkir liar. Namun, pantauan di sejumlah titik krusial di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat pada Sabtu, 2 Mei 2026, menunjukkan kendaraan masih memadati bahu jalan dan trotoar secara ilegal.

"Kemarin siang Dishub (Dinas Perhubungan) sempat angkut beberapa motor karena video pemilik toko viral kan. Tapi ya sekarang sudah pada berani parkir lagi," ujar Ketut Made, juru parkir resmi berizin Dishub di daerah Melawai, Jakarta Selatan, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
 


Salah satunya wilayah yang disorot yaitu di Jalan Melawai Raya. Padahal, sehari sebelumnya Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan telah menindak 14 kendaraan roda dua menyusul keluhan pemilik toko. 

Namun, sterilisasi tersebut terkesan hanya formalitas sesaat. Karena kendaraan kembali membanjiri lokasi tak lama setelah petugas pergi.

Ketidakefektifan penertiban juga tampak nyata di kawasan Jalan Kebon Kacang, tepatnya di belakang Grand Indonesia (GI) dan Thamrin City. Padahal, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah memberikan instruksi khusus kepada Wali Kota Jakarta Pusat untuk mengawasi ketat kawasan ini. Namun, hingga saat ini belum ada perubahan signifikan di lapangan.


Parkir liar. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

Selain Melawai dan Kebon Kacang, area publik seperti M Bloc juga tak luput dari serbuan parkir liar yang memakan hak pejalan kaki di trotoar. Fenomena ini memicu pertanyaan publik mengenai sejauh mana efektivitas pengawasan yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Publik kini menanti langkah konkret dan metode baru dari otoritas terkait untuk memecahkan persoalan parkir liar yang telah menahun. Tanpa pengawasan yang konsisten dan solusi bagi para pelaku di lapangan, kebijakan sterilisasi jalan dikhawatirkan menjadi siklus penertiban tanpa hasil akhir yang tuntas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)