Pengadilan. Foto: Ilustrasi Medcom.id
4 Terdakwa Kasus Air Keras Andrie Yunus Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Rahmatul Fajri • 3 June 2026 12:06
Jakarta: Sebanyak empat prajurit TNI yang menjadi terdakwa dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dituntut hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Tuntutan tersebut dibacakan Oditur Militer dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Dalam amar tuntutannya, Oditur meminta majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara kepada keempat terdakwa. Mereka adalah Sersan Dua Edi Sudarko, Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Letnan Satu Sami Lakka.
“Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan, dikurangi seluruhnya dengan tahanan sementara yang telah terdakwa jalani,” ujar Oditur Militer saat membacakan berkas tuntutan di persidangan, Rabu, 3 Juni 2026.
Oditur menilai para terdakwa penyiraman air keras, secara sah dan meyakinkan terbukti bersama-sama melakukan aksi penganiayaan berencana yang mengakibatkan korban mengalami luka berat. Keempatnya dinilai melanggar dakwaan lebih subsider Pasal 467 ayat (1) juncto ayat (2) jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Berdasarkan surat tuntutan yang dibacakan, aksi penyerangan ini dilakukan secara terstruktur. Para terdakwa telah membuntuti korban yang mengendarai sepeda motor hingga ke kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.30 WIB.
Saat berada di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang, dua terdakwa yang berboncengan sepeda motor sengaja berputar arah dan mengambil jalur yang berlawanan dengan korban. Sementara dua terdakwa lainnya mengawasi situasi dari arah belakang.
“Pada saat berpapasan, Terdakwa I langsung menyiramkan cairan asam sulfat tersebut ke bagian tubuh Saudara Andrie Yunus,” papar Oditur.
Usai melancarkan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri ke arah RSCM dan menuju Mess BAIS TNI melalui Jalan Pramuka. Sementara itu, sekitar 20 meter dari titik penyiraman, korban mulai merasakan panas yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Andrie langsung menghentikan kendaraannya, melepas jaket serta bajunya, lalu berteriak meminta pertolongan.
Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan berupaya membasuh tubuh korban dengan air bersih sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
.jpeg)
Penyiraman air keras. Foto: Antara
Oditur Militer juga memaparkan hasil Visum et Repertum dari pihak RSCM yang menunjukkan betapa fatalnya dampak serangan zat kimia tersebut terhadap fisik korban. Berdasarkan dokumen medis, Andrie Yunus mengalami trauma kimia asam derajat berat pada mata kanan. Selain itu, ia menderita luka bakar derajat dua hingga tiga di area wajah, leher, dada, serta kedua lengannya dengan total area kerusakan mencapai 24 persen dari permukaan tubuh.
"Akibat luka-luka tersebut, Saudara Andrie Yunus kini kehilangan fungsi penglihatan pada mata kanan dan mengalami cedera berat yang dinyatakan tidak memiliki harapan untuk bisa sembuh secara sempurna," tegas Oditur.
Setelah pembacaan tuntutan ini, Ketua Majelis Hakim menunda persidangan dan menjadwalkan sidang lanjutan pada Kamis, 4 Juni 2026, dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dari para terdakwa maupun tim penasihat hukumnya.