Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim. Foto: Antara
Operasi Bibir Sumbing di DKI Sasar 500 Pasien hingga 2027
M Sholahadhin Azhar • 3 June 2026 12:43
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit menyasar ratusan pasien hingga 2027. Hal ini sebagai upaya penanganan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
"Ditargetkan hingga tahun 2027, sebanyak 500 pasien dapat terlayani melalui program operasi ini," kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, dikutip dari Antara, Rabu, 3 Juni 2026.
Target tersebut disampaikan dalam sambutan acara di RSUD Tebet. Ali mengatakan operasi bibir sumbing tidak sepenuhnya ditanggung BPJS. Program ini diselenggarakan gratis, dengan melibatkan dokter ahli yang telah berpengalaman menangani ribuan kasus serupa.
Menurut Ali, operasi ini sangat penting tidak hanya bagi kesehatan fisik pasien. Seperti, memudahkan kemampuan berbicara dan memperbaiki pola makan agar tubuh lebih sehat, tetapi juga sangat berpengaruh pada aspek psikososial.
"Jadi, ketika pasien tumbuh dewasa dan berinteraksi di masyarakat, kondisi ini sering kali menimbulkan rasa minder. Oleh karena itu, dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk meyakinkan mereka yang merasa ragu atau khawatir agar bersedia mengikuti program ini," ucap dia.
Ali memerinci terdapat 13 pasien di RSUD Tebet dan 17 pasien di RSUD Cempaka Putih dengan total keseluruhan 30 pasien yang ditangani.
Pascaoperasi, pasien rata-rata diperbolehkan langsung pulang setelah tindakan tergantung kesulitan mulai dari 30 menit hingga satu jam. Jika diperlukan kontrol lebih lanjut, pasien akan diarahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim. Foto: Antara
Pihaknya menerima beragam macam pasien mulai dari bayi hingga dewasa dan berasal dari berbagai wilayah, seperti Papua, Tangerang, Cilegon dan Banten. Dengan demikian, program ini terbuka bagi seluruh warga Indonesia tanpa batasan usia maupun daerah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan penderita kasus bibir sumbing dan celah langit-langit di Indonesia mencapai 7.500 kasus per tahun.