Menteri Agama Nasaruddin Umar Peringatkan Bahaya Dakwah yang Tanamkan Nilai Kebencian

Tabligh Akbar bersama Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar yang digelar di Masjid Baitul Izzah Provinsi Bengkulu, di Bengkulu. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi

Menteri Agama Nasaruddin Umar Peringatkan Bahaya Dakwah yang Tanamkan Nilai Kebencian

Whisnu Mardiansyah • 24 April 2026 17:42

Bengkulu: Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan bahaya dakwah yang menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Peringatan itu disampaikan dalam tabligh akbar di Bengkulu.

"Banyak orang, sadar atau tidak, ketika mengajarkan agama justru menanamkan kebencian terhadap pemeluk agama lain. Jika itu terjadi, tentu tidak sesuai dengan kondisi Indonesia sebagai negara yang sangat plural," kata Nasaruddin Umar dalam tabligh akbar di Bengkulu seperti dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.

Dia menegaskan kegiatan keagamaan seharusnya menjadi sarana untuk memperkuat persatuan umat. Kegiatan keagamaan bukan sebaliknya menjadi alat untuk memecah belah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai agama harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan damai di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Indonesia memiliki karakter sebagai negara majemuk yang dihuni berbagai suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, pendekatan yang mengedepankan nilai toleransi dan saling menghormati juga sangat penting.
 


Pada kesempatan yang sama, Nasaruddin Umar juga menegaskan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai sarana memperkuat persatuan umat.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkokoh persatuan. Nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis dan damai," kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menyampaikan bahwa kegiatan tabligh akbar menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.


Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Antara

"Berharap melalui kehadiran dan tausiah bapak menteri agama, kita semua memperoleh pencerahan, penguatan nilai spiritual, serta motivasi untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan berakhlak mulia," ujar Mian.

Kegiatan tabligh akbar tersebut dihadiri ratusan jamaah. Hadir pula sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Bengkulu, kepala organisasi perangkat daerah, dan tokoh masyarakat setempat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)