Ribuan Warga Ramaikan Gerebek Getuk di Alun-Alun Kota Magelang

Dua gunungan getuk di perebutkan dalam Gerebek Getuk dalam merayakan Hari Jadi Kota Magelang ke-1.120 di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu, 12 April 2026. ANTARA/Heru Suyitno

Ribuan Warga Ramaikan Gerebek Getuk di Alun-Alun Kota Magelang

Silvana Febiari • 12 April 2026 16:59

Magelang: Ribuan warga Kota Magelang mengikuti acara Gerebek Getuk dalam rangkaian Hari Jadi ke-1.120. Acara tersebut diselenggarakan di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya para seniman dan budayawan yang luar biasa. Berkat dedikasi mereka, perayaan Gerebek Getuk 2026 berjalan rapi, lancar, dan mampu menampilkan kekayaan seni budaya kita dengan sangat baik," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, dilansir dari Antara, Minggu, 12 April 2026. 

Sebanyak 17 kelurahan di Kota Magelang turut serta dalam rangkaian kegiatan ini. Masing-masing kelurahan membawa kreasi gunungan masing-masing. 
 


Ia menuturkan wajah baru prosesi budaya ada yang berbeda dalam gelaran tahun ini. Jika sebelumnya rute perjalanan dari kantor PDAM Kota Magelang menggunakan delman, kali ini panitia menetapkan rute jalan kaki bersama dari Pendopo menuju tengah Alun-Alun Kota Magelang.

"Perubahan rute ini dilakukan seiring dengan telah dihibahkannya bangunan di sisi utara alun-alun dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Kota Magelang," jelasnya.

Tahun 2026 menjadi tahun pertama fasilitas ini digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik. Pendopo kini menjadi milik masyarakat, dan prosesi penerimaan dari Mantiasih dilakukan di sana sebelum melanjutkan perjalanan menuju titik pusat massa.


Dua gunungan getuk di perebutkan dalam Gerebek Getuk dalam merayakan Hari Jadi Kota Magelang ke-1.120 di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu, 12 April 2026. ANTARA/Heru Suyitno


Menurut dia, inovasi yang tetap menghormati tradisi adalah kunci untuk menatap masa depan. Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk terus menyempurnakan penyelenggaraan Gerebek Getuk di tahun-tahun mendatang.

Prinsip dasar wajib menjaga Pakem Sejarah Mantiasih sebagai akar berdirinya Kota Magelang. Tujuannya meningkatkan daya tarik wisata tanpa mengaburkan nilai-nilai luhur sejarah.

"Harapan untuk tahun depan pasti ada. Kita akan terus berkembang dan berinovasi. Namun, satu hal yang pasti, inovasi boleh dilakukan selama tidak keluar dari pakem itu sendiri. Sejarah Mantiasih dan sejarah Kota Magelang adalah pakem utama yang harus tetap kita laksanakan," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)