Tidak Andalkan Serangan Cepat, Ini Strategi Iran Hadapi AS-Israel

Deretan rudal yang dimiliki Iran. Foto: IRNA

Tidak Andalkan Serangan Cepat, Ini Strategi Iran Hadapi AS-Israel

Muhamad Marup • 12 April 2026 17:49

Yogyakarta: Cara Iran menghadapi Amerika Serikat (AS)-Israel dinilai berbeda dari perang konvensional. Jika AS-Israel menyeran secara massif, Iran justru tidak mengandalkan serangan cepat, melainkan strategi jangka panjang yang menguras sumber daya lawan.

Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pakar hubungan internasional, Faris Al-Fadhat, menyebut pendekatan Iran sebagai strategi 'maraton', bukan 'sprint'. Iran tidak gegabah mengerahkan seluruh kekuatan militernya.

"Mereka mengatur ritme serangan secara bertahap untuk menjaga daya tahan dalam jangka panjang," ujar Faris, mengutip laman resmi UMY, Minggu, 12 April 2026.

Andalkan Daya Tahan dan Efisiensi Biaya

Faris mengungkapkan, kekuatan utama Iran terletak pada kombinasi antara perkembangan teknologi militer dan kemampuan menjaga keberlanjutan logistik perang. Iran memiliki berbagai jenis persenjataan, mulai dari rudal jarak jauh hingga drone berbiaya rendah.

"Persenjataan Iran bersifat berlapis, dari yang canggih hingga yang relatif murah seperti drone. Ini membuat mereka dapat menyesuaikan strategi tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus," jelasnya.

Pendekatan ini memungkinkan Iran memperpanjang durasi konflik. Secara tidak langsung beban biaya bagi AS dan sekutunya akan meningkat.

"Ini yang membuat strategi Iran efektif dalam konteks perang modern," ucapnya.


Ilustrasi Pexels

Tekanan Politik dan Ekonomi terhadap AS

Faris juga menyoroti bahwa strategi Iran tidak hanya berdampak di medan perang, tetapi turut memengaruhi kondisi domestik AS. Kebijakan perang yang diambil pemerintah AS dinilai memicu kritik dari publiknya sendiri.

Selain itu, beban finansial perang yang tinggi dinilai tidak sebanding dengan kepentingan strategis AS dalam konflik ini. Berbeda dengan perang sebelumnya, konflik ini tidak dipicu oleh ancaman langsung terhadap wilayah AS.

"Secara politik dan ekonomi, AS juga dirugikan. Investor menjadi lebih berhati-hati, dan masyarakat mulai merasakan dampak ekonominya," katanya.

Perang Berkepanjangan Jadi Tantangan Global

Strategi 'maraton' Iran dinilai berpotensi memperpanjang konflik sekaligus memperbesar dampak global, terutama di sektor ekonomi dan energi. Oleh karena itu, Faris menekankan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Ia menilai, pemahaman terhadap strategi Iran penting untuk melihat dinamika konflik secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi militer, tetapi juga implikasinya terhadap tatanan global.

"Ini bukan sekadar soal perang, tetapi bagaimana strategi tersebut memengaruhi keseimbangan kekuatan dunia," terangnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)