Menkes Sebut Belum ada Rencana Naikkan Iuaran BPJS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Antara.

Menkes Sebut Belum ada Rencana Naikkan Iuaran BPJS

Gabriella Thesa Widiari • 15 August 2026 02:14

Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, belum ada rencana kenaikan iuaran BPJS Kesehatan. Dia menegaskan pemerintah akan memberikan tambahan dana ke depannya apabila BPJS Kesehatan mengalami defisit.

"Belum ada rencana untuk menaikkan tarif BPJS," kata Budi, dilansir dari Antara, Jumat, 14 Agustus 2026.

Selain itu, Budi memastikan bahwa anggaran pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah tidak membebani arus kas pemerintah atau defisit APBN. Hal ini telah didiskusikan pihaknya dengan kementerian terkait.

Adapun revitalisasi 441 RSUD untuk melengkapi pembangunan 66 RSUD yang ditargetkan dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

"Ini akan kita bangun rumah sakit-rumah sakit tersebut, sehingga seluruh kabupaten/kota nanti standar layanan rumah sakitnya sama," kata Budi.


Ilustrasi- BPJS Kesehatan. Foto: MI/Pius Erlangga.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa Kemenkes berhasil melakukan penghematan Rp10,25 triliun atau 52 persen dari harga alat kesehatan pada 2026. Langkah ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan kesehatan di tengah efisiensi anggaran.

"Ada penghematan Rp10,25 triliun atau 52 persen dari harga alat kesehatan dari pembelian yang sebelumnya," kata Budi.

Pihaknya juga telah melakukan sentralisasi pembelian alat-alat kesehatan yang berasal dari pinjaman Bank Dunia yang cukup besar. Di antaranya seperti cath lab (laboratorium kateterisasi) yang sebelumnya seharga Rp14-Rp15 miliar, menjadi Rp8 miliar.

(Gabriella Thesa Widiari)