15 August 2026 00:14
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai melakukan pendekatan sentralisasi saat belanja alat-alat kesehatan. Sumber dana yang digunakan hanya berasal dari pinjaman Bank Dunia.
Pendekatan sentralisasi itu membuahkan hasil. Kemenkes berhasil melakukan penghematan Rp10,25 triliun atau 52 persen setiap kali belanja alat kesehatan (alkes).
Misalnya, saat pengadaan alat Catheterization Laboratory (Cath Lab) atau laboratorium kateterisasi. Harga alat tersebut sekitar Rp14-15 miliar. Dengan pendekatan sentralisasi, pemerintah bisa membelinya dengan harga Rp8 miliar saja.
"Jadi untuk pengadaan 2026 ini. Contohnya tadi bapak presiden (Presiden Prabowo Subianto) sampaikan penghematan kontrak ini sudah dilakukan. Jadi dari harga estimasi yang 19,39 triliun, karena kami sentralisasi pengadaannya, kami bisa menekan sampai Rp9 triliun. Jadi ada penghematan Rp10,25 triliun atau 52 persen," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, dalam program Breaking News Metro TV, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Budi, konsep ini sudah dirancang bersama dengan pihak Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Nantinya konsep ini akan diperluas hingga ke 1.000 RSUD di seluruh wilayah Indonesia.