Presiden AS Donald Trump. Foto: Xinhua/Hu Yousong.
Donald Trump Pertimbangkan Pangkas Pajak Keuntungan Modal
Eko Nordiansyah • 12 August 2026 08:48
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan pemotongan pajak keuntungan modal (capital gains tax) sebagai bagian dari agenda kebijakan menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm election pada November 2026.
Laporan Bloomberg, Trump juga mempertimbangkan pemberian pengecualian pajak untuk penjualan rumah tertentu. Rencana tersebut disampaikan dengan mengutip seorang penasihat ekonomi senior dan mantan pejabat pemerintah AS.
Wacana pemangkasan pajak muncul ketika Trump dan Partai Republik berupaya meningkatkan dukungan publik menjelang pemilu paruh waktu. Popularitas pemerintahan Trump disebut terus menghadapi tekanan akibat tingginya biaya hidup, harga bahan bakar, serta perang berkepanjangan dengan Iran.
Trump siapkan agenda ekonomi
Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS Kevin Hassett mengatakan Trump kemungkinan akan terus mengumumkan sejumlah agenda kebijakan hingga pemilihan paruh waktu."Dia (Trump) ingin menarik perhatian masyarakat dengan janji-janji mengenai apa yang akan kami lakukan jika Partai Republik memegang kekuasaan di masa depan. Anda bisa mengharapkan lebih banyak kebijakan yang muncul antara saat ini hingga pemilihan paruh waktu," ujar Hassett kepada Larry Kudlow dari Fox Business.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Kudlow, yang pernah memimpin Dewan Ekonomi Nasional pada periode pertama pemerintahan Trump, mengatakan dirinya baru-baru ini membahas gagasan indeksasi keuntungan modal dengan Trump. Menurutnya, Trump terbuka terhadap gagasan tersebut.
Indeksasi keuntungan modal merupakan kebijakan yang menyesuaikan nilai keuntungan investasi berdasarkan inflasi sehingga dapat mengurangi beban pajak yang ditanggung investor.
Pemotongan pajak berisiko tekan fiskal AS
Meski berpotensi memberikan insentif bagi investor dan pemilik aset, rencana pemotongan pajak menghadapi tantangan dari sisi fiskal.Sejumlah anggota parlemen memberikan respons beragam terhadap wacana tersebut, terutama karena defisit anggaran AS masih berada pada level tinggi.
Congressional Budget Office (CBO) pada Selasa memperkirakan defisit fiskal AS mencapai USD1,8 triliun dalam 10 bulan pertama 2026.
Tekanan terhadap anggaran pemerintah juga meningkat setelah pemerintahan Trump harus mengembalikan sebagian besar tarif perdagangan yang telah dipungut selama setahun terakhir.
Kebijakan tersebut dilakukan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan sebagian besar kebijakan tarif Trump pada awal tahun ini.