Wakapolri Ungkap Strategi Kelola 5 Klaster Pengamanan Arus Mudik

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo. Foto: Dok. Metro TV.

Wakapolri Ungkap Strategi Kelola 5 Klaster Pengamanan Arus Mudik

Fachri Audhia Hafiez • 11 March 2026 15:33

Jakarta: Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri telah memetakan lima klaster utama yang menjadi fokus pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026. Dari kelima klaster tersebut, manajemen penyeberangan di pelabuhan menjadi perhatian paling krusial, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu jadwal distribusi kendaraan.

“Operasi Ketupat itu ada 5 klaster yang diamankan. Yang pertama jalan tol, dengan dinamikanya tadi ada rest area, ada bottleneck, ada peningkatan arus. Yang kedua adalah jalan arteri, jalan nasional. Semuanya di Republik ini menjadi prioritas semuanya. Yang ketiga, ini kaitannya dengan penyeberangan pelabuhan, baik di Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, sampai di luar Jawa,” ujar Dedi dalam konferensi pers pemerintah terkait persiapan mudik dikutip dari Breaking News Metro TV, Rabu, 11 Maret 2026.
 


Dedi menjelaskan bahwa pelabuhan merupakan titik paling sensitif terhadap perubahan cuaca. Jika kondisi alam tidak memungkinkan kapal untuk bersandar atau berangkat, penumpukan kendaraan dapat terjadi secara instan dan masif. Untuk itu, Korlantas Polri telah menyiapkan indikator situasi mulai dari hijau, kuning, hingga merah sebagai dasar pengambilan tindakan di lapangan.

“Ketika kita bicara cuaca ekstrem, yang sangat terdampak adalah satu, di pelabuhan. Apabila di pelabuhan cuaca ekstrem tidak bisa mendistribusikan kendaraan dari Merak ke Bakauheni, itu akan terjadi penumpukan, akan terjadi antrean yang cukup ekstrem. Sehingga ada cara bertindak, yang tadi sudah disampaikan Bapak Kapolri, ada situasi hijau, situasi kuning, dan merah. Bila kondisi ekstrem, Korlantas Polri dengan stakeholder sudah mempersiapkan emergency plan,” jelasnya.


Konferensi pers pemerintah terkait persiapan mudik. Foto: Breaking News Metro TV.

Selain menyiapkan rencana darurat, Polri juga menyiagakan alat-alat pendukung serta tim traffic accident analysis untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Fokus utama petugas adalah memastikan manajemen rekayasa lalu lintas berjalan efektif agar antrean di pelabuhan tidak mengular hingga masuk ke jalur tol.

“Justru yang sangat menjadi perhatian adalah penyeberangan pelabuhan. Bila 1 jam saja mendistribusikan kendaraan dari Merak ke Bakauheni terhambat, itu akan terjadi antrean panjang. Antrean panjang itulah yang akan kita kelola dengan manajemen rekayasa lalu lintas,”  kata Dedi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)