Petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR mengerjakan perbaikan jalan yang rusak terdampak banjir di kawasan jalur dua Kantor Bupati Aceh Tamiang, Kamis, 12 Februari 2026.(ANTARA/Dede Harison
Warga Aceh Tamiang Diimbau Lapor Kondisi Lumpur Bekas Banjir
Silvana Febiari • 13 February 2026 08:16
Aceh Tamiang: Warga Aceh Tamiang diimbau untuk melaporkan tumpukan lumpur bekas banjir yang masih tersisa di desa, rumah, maupun jalan-jalan gang. Laporan tersebut diperlukan agar pembersihan dapat segera dilakukan menggunakan alat berat.
“Tolong diinformasikan wilayah mana yang masih berlumpur. Saat ini kita sudah banyak diberi bantuan alat berat dari Presiden Prabowo itu ada ratusan unit untuk kita sebarkan. Sekarang ini wilayah terparah itu Kecamatan Rantau dan Bandar Pusaka,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, dikutip dari Antara, Jumat, 13 Februari 2026.
Armia menjelaskan bahwa fokus pembersihan lumpur saat ini diarahkan ke wilayah Rantau dan Babo Bandar Pusaka agar segera dapat ditangani menggunakan alat berat. Sementara itu, kawasan pusat pemerintahan di Karang Baru dan Kota Kuala Simpang sedang dibersihkan oleh personel Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Terutama di Komplek Perumahan BTN Satelit dan Kampung (Desa) Dalam ada IPDN dan Kementerian PU. Insyaallah untuk Kota Kuala Simpang dan Karang Baru sebelum bulan Ramadan ini harus tuntas,” ujarnya.
Selain pembersihan lumpur, Armia juga meminta Kementerian PU membantu penanganan persoalan sampah serta pembangunan drainase di kawasan Kota Kuala Simpang.
“Pertama drainase kita bisa lihat sendiri di kota sudah dibangun dengan baik. Yang kedua jalan lintas provinsi sekarang juga lagi perbaikan, dan ketiga komplek perkantoran Bupati yang penting untuk pelayanan publik,” ungkapnya.

Bencana alam di Aceh. Foto: Antara
Ia mengakui bahwa penanganan bencana di Aceh Tamiang merupakan yang paling berat. Namun, saat ini telah terbangun sekitar tiga ribu unit hunian sementara (huntara) serta hunian tetap (huntap) yang tersebar di sejumlah titik.
“Maka, saya harap masyarakat dapat memahami bagaimana perjuangan pemerintah dalam upaya percepatan pemulihan bencana ini," demikian Armia.