Audiensi IKAPEKSI dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta. Foto: dok IKAPEKSI.
Alumni Magang Jepang Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Husen Miftahudin • 28 August 2026 23:07
Jakarta: Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) membahas potensi alumni Kenshusei (peserta magang di Jepang) dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM), peningkatan produktivitas, kewirausahaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat saat melakukan audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta.
Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo menyampaikan pengalaman pemagangan di Jepang memiliki nilai strategis lebih luas daripada sekadar kesempatan bekerja di luar negeri. Menurut dia, peserta Kenshusei memperoleh pengalaman langsung mengenai etos kerja, kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, budaya keselamatan, hingga pola kerja yang sistematis selama berada di Jepang.
"Yang kami bawa dari Jepang bukan hanya penghasilan, tetapi juga etos kerja dan pengalaman. Ketika kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan," ujar Pranyoto seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia mengatakan penghasilan pekerja Indonesia di Jepang juga memberikan dampak terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Pendapatan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, pembangunan rumah, tabungan, hingga modal usaha setelah kembali ke Indonesia.
"Alumni Kenshusei memiliki potensi menjadi jembatan antara kebutuhan sumber daya manusia Jepang dengan pembangunan ekonomi Indonesia," papar dia.
IKAPEKSI saat ini memiliki jejaring di berbagai daerah melalui 25 Dewan Pengurus Daerah (DPD). Jaringan pengusaha alumni tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan, pertanian, peternakan, pendidikan, kuliner, jasa, hingga bidang usaha lainnya. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk meningkatkan kontribusi alumni Kenshusei setelah menyelesaikan program pemagangan dan kembali ke Indonesia.
Dorong manfaat bagi ekonomi Indonesia
Dalam audiensi tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons positif sejumlah masukan dan aspirasi yang disampaikan IKAPEKSI. Wapres juga membahas berbagai persoalan dan peluang yang berkaitan dengan pemanfaatan pengalaman kerja serta pemagangan di Jepang agar memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia setelah peserta kembali ke tanah air.
Gibran menyatakan akan menindaklanjuti masukan tersebut melalui kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat menghubungkan aspirasi IKAPEKSI dengan program pemerintah yang telah berjalan.
"Tolong ini jadi perhatian dan disampaikan ke kementerian terkait, ini penting sekali," kata Gibran kepada staf Wakil Presiden. Wapres juga mendorong kemudahan pembiayaan bagi peserta yang akan mengikuti program pemagangan ke Jepang agar semakin banyak calon tenaga kerja dapat terserap.
Bagi IKAPEKSI, audiensi tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menawarkan jejaring dan pengalaman alumni sebagai bagian dari pengembangan SDM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pranyoto menegaskan IKAPEKSI siap menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat ekosistem pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke Jepang. Organisasi tersebut juga mendorong pemberdayaan alumni setelah kembali ke Indonesia.
"Salah satu program yang dijalankan adalah SMART IKAPEKSI atau Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu. Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Grobogan, Ponorogo dan Cilacap," papar dia.

(Foto bersama IKAPEKSI dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai audiensi di Gedung Istana Wakil Presiden, Jakarta. Foto: dok IKAPEKSI)
Perkuat sinergi pemerintah-alumni Kenshusei
IKAPEKSI juga membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pihak di Indonesia dan Jepang, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), IM Japan, Japan Foundation, JICA, serta Kedutaan Besar Jepang.
Menurut Pranyoto, audiensi dengan Wakil Presiden juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan alumni Kenshusei.
Ia berharap tindak lanjut pertemuan tersebut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam penyiapan SDM Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang, peningkatan produktivitas, pemberdayaan alumni, pengembangan UMKM dan kewirausahaan, serta penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jepang.
"Kami ingin pengalaman Kenshusei di Jepang tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Kami ingin pengalaman itu kembali ke Indonesia menjadi produktivitas, menjadi usaha, menjadi lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," harap Pranyoto.