AiR rembesan tanggul lumpur lapindo meluber mendekati jalur KA di Sidoarjo. MI
Tanggul Penahan Lumpur Lapindo Jebol, Jalur KA Sidoarjo Terancam
Heri Susetyo • 10 July 2026 15:33
Sidoarjo: Tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 10 D, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, jebol pada Jumat, 10 Juli 2026, dini hari. Peristiwa ini menyebabkan air bercampur lumpur mengalir deras hingga nyaris menyentuh jalur rel kereta api di sekitar lokasi penampungan.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan rembesan lumpur mulai terdeteksi sekitar pukul 04.00 WIB. Genangan air lumpur awalnya meluas di area tanggul utama, lalu meluber melewati tanggul penahan kedua dan ketiga yang berdekatan dengan jalur kereta api aktif.
Petugas terkait segera melakukan tindakan cepat setelah menerima laporan dari warga dan petugas keamanan. Seorang petugas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang tak mau disebut identitasnya membenarkan bahwa langkah darurat langsung diambil untuk menekan dampak luapan.
"Setelah mendapat informasi, kami langsung mengerahkan petugas keamanan dan menghubungi operator alat berat ekskavator untuk melakukan penanganan," ujar petugas tersebut di lokasi, Jumat, 10 Juli 2026.
Sekitar pukul 06.50 WIB, satu unit ekskavator dikerahkan ke titik kebocoran untuk menutup dinding tanggul yang ambrol. Tanah urug digunakan untuk membendung aliran lumpur agar tak semakin meluas.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang beraktivitas pagi hari. Sastro, seorang pemandu wisata di kawasan Lumpur Lapindo, mengaku melihat genangan mencurigakan saat hendak memulai pekerjaannya.
Ia naik ke atas tanggul dan mendapati genangan air dan lumpur dari arah pos pangkalan ojek sekitar pukul 05.00 WIB. Saat didekati, ia melihat dinding tanggul penahan di titik 10 D telah bocor dan materialnya mengalir ke tanggul di bawahnya.

Kondisi rel kereta api di samping tanggul penahan Lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. DJKA segera menyiapkan SOP penanganan darurat untuk jalur kereta api di kawasan tersebut, menyusul meningkatnya kerawanan di lokasi tersebut. (ANTARA)
Sastro menambahkan, volume air di kolam penampungan dalam beberapa hari terakhir memang terlihat meningkat drastis.
"Kami khawatir kalau debit air terus naik, aliran lumpur bisa mengancam rel kereta api maupun Jalan Raya Porong," ungkap Sastro.
Hingga Jumat siang, petugas masih terus mengebut proses penutupan dan penguatan tanggul yang bocor menggunakan alat berat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan struktur pembatas kembali kokoh dan mencegah meluasnya luapan lumpur ke infrastruktur publik.