Suasana di bagian dalam Gedung Merdeka Bandung. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan
Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Budaya dan Misi Warisan Dunia UNESCO
Roni Kurniawan • 8 July 2026 21:25
Bandung: Pemerintah Kota Bandung mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Festival Asia Afrika yang akan berlangsung pada 11-12 Juli 2026. Festival tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat upaya menjadikan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai warisan dunia UNESCO.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan penyelenggaraan simposium lanjutan terkait proses pengajuan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada Jumat, 10 Juli 2026.
"Persiapan Festival Asia Afrika ini memang sudah sampai ke tahap detail. Rangkaian pertama pada hari Jumat kita akan melakukan lanjutan simposium persiapan wilayah Jalan Asia Afrika didaftarkan sebagai warisan dunia di UNESCO," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Farhan, proses pengusulan kawasan bersejarah tersebut terus berjalan. Saat ini Pemerintah Kota Bandung bersama para pemangku kepentingan tengah melengkapi berbagai dokumen yang akan disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan.
Diakui Farhan, dokumen tersebut akan diserahkan pada September 2026 sebelum diajukan secara resmi kepada UNESCO. Farhan mengungkap proses penetapan sebagai warisan dunia membutuhkan tahapan panjang dan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Suasana di Jalan Asia Afrika Bandung. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Selain agenda akademik, Festival Asia Afrika juga akan menjadi ajang diplomasi budaya. Pada Jumat malam, Pemerintah Kota Bandung akan menggelar jamuan makan malam penyambutan bagi para tamu kehormatan, termasuk 25 duta besar dari negara-negara Asia dan Afrika.
"Intinya kita akan memperkenalkan diplomasi kopi. Jadi kita akan ngopi bareng dengan 25 duta besar negara-negara Asia Afrika yang kita undang ke sini," ujar Farhan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Sabtu, 11 Juli 2026, melalui agenda history walk. Peserta akan berjalan kaki dari Hotel Homann menuju Gedung Merdeka, dua lokasi bersejarah dalam perjalanan Konferensi Asia Afrika.
"Memang kita akan membawa semangat inklusivitas di Asia Afrika," sahut Farhan.
Festival akan berlangsung hingga 12 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan bagi masyarakat. Mulai dari pertunjukan seni dan budaya, bazar, hingga seminar.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah sesi presentasi dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia. Kehadiran perwakilan Palestina diharapkan memperkuat semangat solidaritas dan kerja sama yang sejak awal menjadi ruh Konferensi Asia Afrika.