AS dan Israel Bahas Opsi Kirim Pasukan Khusus untuk Sita Uranium Iran

Fasilitas nuklir Bushehr milik Iran. (Press TV)

AS dan Israel Bahas Opsi Kirim Pasukan Khusus untuk Sita Uranium Iran

Willy Haryono • 8 March 2026 18:02

Washington: Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah membahas kemungkinan mengirim pasukan khusus ke Iran untuk menyita atau mengamankan stok uranium yang diperkaya tinggi pada tahap selanjutnya dari konflik yang sedang berlangsung.

Berdasarkan laporan portal Axios yang dikutip Antara pada Minggu, 8 Maret 2026, menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga telah menyatakan bahwa pasukan AS dapat dikirim ke Iran di masa depan untuk mengamankan uranium yang diperkaya milik negara tersebut.

Mengutip empat sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Axios melaporkan bahwa pemerintah AS telah mempertimbangkan beberapa opsi terkait penanganan material nuklir Iran.

Dua Opsi Penanganan Uranium

Seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan pemerintahan Trump telah membahas dua skenario utama. Opsi pertama adalah memindahkan seluruh uranium yang diperkaya keluar dari Iran.

Sementara opsi kedua adalah mengirim para ahli senjata nuklir ke Iran untuk menurunkan tingkat pengayaan uranium langsung di fasilitas nuklir negara tersebut.

Menurut laporan tersebut, misi tersebut kemungkinan juga akan melibatkan ilmuwan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

IAEA selama ini dikenal sebagai lembaga pengawas internasional yang memantau program nuklir negara-negara dunia untuk memastikan kepatuhan terhadap perjanjian nonproliferasi.

Opsi Sudah Dibahas Sebelum Perang

Axios juga melaporkan bahwa rencana operasi tersebut sebenarnya telah menjadi salah satu opsi yang dipresentasikan kepada Presiden Trump sebelum konflik meletus.

Dua sumber yang mengetahui diskusi tersebut menyatakan bahwa skenario pengiriman pasukan khusus telah dibahas dalam tahap awal perencanaan kebijakan keamanan Amerika Serikat.

Para pejabat pertahanan Israel disebut turut mengikuti perkembangan pembahasan tersebut.

Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan Trump dan para penasihatnya secara serius mempertimbangkan opsi pengerahan pasukan khusus untuk menjalankan misi terbatas di wilayah Iran.

Baca juga:  Ayatollah Ali Khamenei Dibunuh Meski Tegaskan Senjata Nuklir Haram

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)