Kapolda Banten Pastikan Temuan Pelampung Kedua Bukan Milik Rombongan Jurnalis

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat membuka operasi pencarian menggunakan KP Sanjaya di Pelabuhan Ciwandan, Banten, Sabtu, 12 September 2026. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.

Kapolda Banten Pastikan Temuan Pelampung Kedua Bukan Milik Rombongan Jurnalis

Silvana Febiari • 12 September 2026 09:14

Cilegon: KAL Anyer kembali menemukan pelampung dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, pelampung kedua yang ditemukan dipastikan bukan milik kapal Arupadhatu 1.

"Penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama, kita sudah interogasi tadi malam dari Kasubdit Gakkum Polairud, itu bukan sarana milik kapal Arupadhatu 1," kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat membuka operasi pencarian menggunakan KP Sanjaya di Pelabuhan Ciwandan, dilansir dari Antara, Sabtu, 12 September 2026. 

Hengki mengatakan informasi tersebut telah dikonfirmasi pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa. Sandi memastikan peralatan keselamatan yang ditemukan bukan milik kapalnya.


"Jadi, baik dari penemuan yang pertama berupa satu life jacket maupun pelampung warna putih, itu sudah jelas hasil dari pemeriksaan interogasi kita kepada pemilik kapal Bapak Sandi Wiyasa, itu bukan merupakan sarana keselamatan atau life jacket yang dimiliki kapal Arupadhatu 1 yang sedang kita cari, termasuk penemuan yang kemarin hari keempat, ada satu life jacket juga sama (bukan milik kapal tersebut)," paparnya.

KAP Sanjaya berangkat sekitar pukul 07.30 WIB untuk operasi pencarian hari kelima pada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026. Kapal akan berlayar dengan total perjalanan pulang-pergi 80 mil, kecepatan pergerakan 10 knots, yang ditempuh dalam waktu kurang lebih delapan jam.


Polda Banten usai mengidentifikasi hasil temuan pelampung di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, pada Jumat (11/9/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari.


Pada hari kelima, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal dengan area seluas 4.512 mil laut. Jumlah kapal pencari ditambah dari 13 menjadi 14 kapal yang dibagi dalam enam sektor.

Pencarian akan lebih difokuskan ke area sekitar Lampung, Bengkulu, dan Ujung Kulon.

(Silvana Febiari)