Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. (Anadolu Agency)
Presiden Mesir Soroti Ancaman Jalur Pelayaran, dari Hormuz hingga Terusan Suez
Willy Haryono • 12 September 2026 20:13
New Delhi: Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyerukan agar stabilitas dan kebebasan navigasi internasional tetap dijaga di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Sisi menyampaikan seruan tersebut dalam sesi tertutup KTT BRICS di New Delhi, India, Sabtu, 12 September 2026. Menurut dia, perkembangan konflik di Timur Tengah telah memberikan dampak negatif terhadap perekonomian global, perdagangan, arus energi, dan rantai pasok.
“Perkembangan saat ini di Timur Tengah dan dampak negatifnya terhadap ekonomi global, perdagangan dan arus energi, serta rantai pasok menegaskan hubungan erat antara keamanan dan pembangunan,” kata Sisi, dikutip dalam pernyataan kepresidenan Mesir.
Sisi mengatakan posisi strategis Mesir dan perannya dalam perdagangan global membuat keamanan jalur pelayaran menjadi kepentingan penting bagi negaranya.
“Mengingat lokasi strategis dan peran pentingnya dalam perdagangan global, Mesir menyadari pentingnya menjaga stabilitas dan kebebasan navigasi internasional,” ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency.
Mesir merupakan salah satu negara yang paling berkepentingan terhadap kelancaran pelayaran global karena keberadaan Terusan Suez, salah satu jalur perdagangan utama dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania.
Sisi Dorong Proyek Bersama BRICS
Dalam pidatonya, Sisi juga mendorong negara-negara BRICS memperkuat kerja sama melalui proyek dan program konkret.Menurut dia, negara-negara anggota perlu memanfaatkan potensi masing-masing untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mendiversifikasi sumber pertumbuhan, meningkatkan produktivitas, serta mempersempit kesenjangan pembangunan dan teknologi.
Sisi juga menyampaikan keinginan Mesir untuk mengambil alih kepemimpinan BRICS dalam waktu dekat. Ia menegaskan komitmen Kairo untuk terus bekerja sama erat dengan negara-negara anggota BRICS dalam berbagai bidang.
Menurut Sisi, kerja sama tersebut perlu diarahkan menjadi “kemitraan nyata” yang mendukung pembangunan dan kepentingan bersama.
Soroti Laut Merah dan Terusan Suez
Seruan Sisi mengenai keamanan jalur pelayaran merupakan yang kedua dalam waktu 24 jam.Dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT BRICS pada Jumat kemarin, Sisi juga menekankan pentingnya stabilitas di tengah berbagai krisis yang melanda kawasan.
Salah satu perhatian utama adalah jalur perairan yang menjadi lintasan perdagangan internasional dalam jumlah besar melalui Laut Merah dan Terusan Suez. Pernyataan tersebut disampaikan ketika sejumlah titik strategis pelayaran dunia menghadapi tekanan akibat konflik Timur Tengah.
Pelayaran melalui Selat Hormuz masih terganggu akibat dampak perang Amerika Serikat (AS)-Iran yang berlangsung sejak Februari.
Pada saat yang sama, kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran dilaporkan melakukan kemajuan menuju Selat Bab el-Mandeb. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran pelayaran di Laut Merah dan dampaknya terhadap Terusan Suez.
Bagi Mesir, gangguan berkepanjangan terhadap jalur tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung, mengingat Terusan Suez merupakan salah satu sumber penting pendapatan negara sekaligus jalur utama perdagangan antara Asia dan Eropa.
Baca juga: Presiden Tiongkok Xi Jinping Desak BRICS Dorong Perdamaian di Timur Tengah