Sudan Berniat Kirim Kembali Personel Militer untuk Belajar di Indonesia

Menteri Pertahanan Sudan Hassan Daoud Kabroun Kayan (kedua kiri) didampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty.

Sudan Berniat Kirim Kembali Personel Militer untuk Belajar di Indonesia

Fachri Audhia Hafiez • 9 September 2026 14:26

Jakarta: Pemerintah Sudan menyampaikan keinginan untuk kembali mengirimkan personel militernya ke Indonesia. Militer Sudan ingin mengikuti program pendidikan dan pelatihan sebagai upaya memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.

"Sudan antara lain menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personelnya mengikuti pendidikan di Indonesia," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait usai pertemuan bilateral di Kantor Kemhan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 9 September 2026.
 


Rico menjelaskan bahwa dalam pertemuan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan, kedua pihak membahas berbagai peluang kemitraan strategis. Pembicaraan difokuskan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pertukaran personel dan kadet, hingga pengembangan interaksi antarlembaga pendidikan militer.

"Dalam pertemuan kedua Menteri Pertahanan tadi, berbicara tentang peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya di bidang pertahanan," ujar Rico.

Sementara itu, Hassan menegaskan bahwa kunjungannya ke Jakarta bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral yang sudah terbangun kokoh sejak pembukaan hubungan diplomatik pada 1960.

"Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia bertemu dengan Menhan RI adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, dan terkhususnya di bidang pertahanan," kata Hassan.


Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Pertahanan Sudan H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan melakukan pemeriksaan pasukan jajar di Kantor Kemhan, Jakarta. Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty.

Hassan menilai kedekatan kedua negara ditopang oleh kesamaan budaya dan hubungan antarmasyarakat yang erat. Selama ini, Sudan aktif memberikan kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk menempuh pendidikan di International University of Africa.

Melalui kolaborasi ini, Sudan berharap dapat mempelajari serta menyerap berbagai pengalaman dan keahlian militer yang dimiliki Indonesia. Langkah ini demi mendukung kebutuhan di negaranya.

Pertemuan resmi ini melanjutkan pembicaraan sebelumnya ketika Menhan Sjafrie menerima kunjungan Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali pada 21 April 2026, untuk membahas potensi teknologi militer dan pengembangan SDM.

(Fachri Audhia Hafiez)