Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno. Foto: Antara.
Rano Karno bakal Berkantor di Kota Tua
Anggi Tondi Martaon • 6 May 2026 19:04
Jakarta: Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno disebut akan berkantor di kawasan Kota Tua, Jakarta, selama pekerjaan revitalisasi di kawasan tersebut berlangsung. Diharapkan, langkah tersebut dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai Kota Global.
"Kami akan revitalisasi (Kota Tua). Harapannya, benchmark-nya ke Kota Lama Semarang. Rencananya, Wagub akan bekerja di sana dan membangun Kota Tua lebih baik lagi," kata Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Denny Aputra, dikutip dari Antara, Rabu, 6 Mei 2026.
Kawasan Kota Tua yang memiliki luas sekitar 334 hektare itu sudah beberapa kali direvitalisasi. Revitalisasi pertama dilakukan pada 1971-1977, yang meliputi Taman Fatahillah, Kali Besar, Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik, Gedung Museum Sejarah Jakarta, Museum Bahari dan gugus Pulau Onrust.
Kemudian, revitalisasi kedua dilakukan pada 2004-2006, yang mencakup peresmian Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia.
Baca Juga :
Pemprov DKI Percepat Revitalisasi Kota Tua
Selanjutnya, revitalisasi kelima dilakukan pada 2022, yang mencakup Stasiun Beos dan penataan parkir park and ride.
Sebelumnya, Rano mengungkapkan tujuannya berkantor di Kota Tua, yaitu untuk mengawasi secara langsung proses revitalisasi kawasan tersebut. Ia pun mengaku sudah membentuk kelompok kerja (Pokja) sebagai sarana untuk berkoordinasi agar revitalisasi berjalan dengan baik.

Kawasan Kota Tua. Foto: Metrotvnews.com/Alvi.
Dalam proses revitalisasi tersebut, Kota Tua akan dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona inti, pengembangan, dan penunjang.
Rano menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengutamakan pembangunan area parkir dan pedagang kaki lima (PKL) dalam proses revitalisasi Kota Tua.
Revitalisasi Kota Tua itu diproyeksikan sebagai tempat wisata bagi kalangan masyarakat menengah, yang dapat memanfaatkan akses transportasi menggunakan KRL atau MRT.
Di sisi lain, Rano menyebutkan revitalisasi itu juga menjadi upaya mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.