Ilustrasi hoaks. Foto: Istimewa
Waspada, Hoaks Soal Vaksinasi Menjamur di Medsos
M Sholahadhin Azhar • 5 May 2026 19:30
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti berkembangnya hoaks soal vaksinasi. Hal itu, sangat dipengaruhi dengan media sosial (medsos).
"Salah satu yang membuat orang ragu-ragu terhadap imunisasi adalah banyaknya mitos atau hoaks yang beredar luas, apalagi di era media sosial ini," kata Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dikutip dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.
Piprim menyoroti mitos dan hoaks seputar vaksinasi sudah sangat gencar bahkan sejak 15 tahun yang lalu. Platform media sosial yang dapat menyalurkan informasi ke berbagai pengguna hanya dalam hitungan detik pun, menjadi tantangan.
Meski di satu sisi media sosial sangat membantu dalam menyebarkan edukasi baik soal vaksinasi pada masyarakat, dia menilai maraknya informasi yang salah mendorong masyarakat, khususnya para orang tua, jadi ragu. Sehingga, memutuskan untuk tidak mengizinkan anak ikut imunisasi.
Ia mencontohkan situasi di Indonesia saat ini merupakan bukti dari maraknya hoaks dan mitos tersebut. Sebagian wilayah kini harus kembali menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan vaksin seperti campak dan polio.
"Sebetulnya vaksinnya sudah disiapkan, sudah ada dan gratis di posyandu atau puskesmas. Namun, apabila orang tua masih ragu, menjadi galau, karena terlalu banyak mitos yang dia percayai dan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak kita," kata Piprim.
Menurut dia, anak-anak yang tidak vaksin berisiko mudah terkena penyakit secara berulang, dapat terkena stunting hingga cacat atau meninggal dunia tergantung dari penyakit yang diderita.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI Rodman Tarigan menambahkan bahwa vaksinasi dapat mencegah kematian. Serta, meningkatkan harapan hidup penerimanya.
.jpg)
Ilustrasi vaksinasi. Foto: Istimewa
Selain mencegah penyakit, vaksinasi juga melindungi penerima dari infeksi berulang yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.
Dia setuju bila mitos dan hoaks akan selalu ada mengiringi perkembangan ilmu maupun teknologi. Maka dari itu, diperlukan narasi dan literasi yang mudah dipahami tentang imunisasi di berbagai kalangan.
"Dalam hal ini media memiliki peran penting untuk menyampaikan fakta tentang imunisasi," katanya.