Konferensi pers bersama Bank Indonesia dengan Kemenkeu di Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Menkeu Bidik Ekonomi Indonesia Tumbuh di Atas 5,5% pada Semester II
Husen Miftahudin • 24 September 2026 21:20
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menargetkan ekonomi Indonesia pada semester II-2026 mampu tumbuh di atas 5,5 persen. Pemerintah juga beraspirasi agar pertumbuhan ekonomi bergerak menuju enam persen.
"Saya yakin di kuartal tiga, kuartal empat, di paruh kedua tahun ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen. Dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik. Kalau aspirasi, aspirasi kita menuju enam persen," kata Suahasil dalam konferensi pers bersama Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.
Suahasil menilai perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah guncangan global. Ia merujuk pada pertumbuhan ekonomi kuartal I yang mencapai 5,45 persen dengan pertumbuhan kredit sekitar 13 persen dan inflasi terjaga di level 3,19 persen sebagai sejumlah indikator yang mendukung penilaiannya.
Menurut dia, pemerintah dan BI perlu terus menyelaraskan kebijakan untuk mendorong sektor riil. Pertumbuhan sektor tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja.
"Bagaimana menumbuhkan sektor-sektor di perekonomian yang bekerja, karena sektor-sektor ini yang menciptakan nilai tambah, sektor-sektor ini yang menciptakan penciptaan lapangan kerja," terang Suahasil.
Kemenkeu-BI perkuat sinergi
Untuk menjaga pertumbuhan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BI akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Suahasil, sinergi kedua lembaga diarahkan untuk mendorong sektor riil yang menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.
"Kita akan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam konteks KSSK dengan satu pemahaman bahwa yang paling penting untuk republik kita ini adalah bagaimana menumbuhkan sektor riil," tegas dia.

(Ilustrasi investasi. Foto: Medcom.id)
Permintaan kredit swasta mulai bergerak
Sementara itu, Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan permintaan kredit dari sektor swasta mulai menunjukkan peningkatan. Sebelumnya, pertumbuhan kredit hingga kuartal II masih banyak didorong kegiatan yang berkaitan dengan pemerintah.
"Tapi data terakhir, kita melihat sektor swasta itu sudah mulai bergerak. Sudah mulai bergerak naik. Jadi artinya dari sisi demand-nya itu sudah mulai ada geliat untuk melakukan penarikan kredit," papar Destry.
BI mencatat kredit pada Agustus tumbuh 13,6 persen. Destry mengatakan pertumbuhan kredit investasi dan modal kerja menjadi sinyal bahwa pembiayaan mulai mengalir ke kegiatan produktif.