Guruh Soekarnoputra, dok: Instagram @musicaklasik
6 Karya Legendaris Guruh Soekarnoputra yang Dikenang Sepanjang Masa
Putri Purnama Sari • 26 September 2026 15:35
Jakarta: Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, di usia 73 tahun. Putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno tersebut mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.
Semasa hidupnya, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai salah satu seniman Indonesia yang memiliki perjalanan panjang di dunia musik dan seni pertunjukan. Ia meninggalkan sejumlah karya yang hingga kini masih dikenal dan dinyanyikan oleh berbagai generasi.
Karya Guruh tidak hanya hadir dalam bentuk lagu, tetapi juga membawa unsur budaya Indonesia yang kuat. Sejumlah lagu ciptaannya bahkan kembali populer setelah dinyanyikan oleh musisi generasi berikutnya atau digunakan dalam karya film dan serial.
Berikut sejumlah karya Guruh Soekarnoputra yang dikenal luas dan tetap dikenang hingga kini.
Daftar Karya Legendaris Guruh Soekarnoputra

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra bin Soekarno. Foto: Medcom.id.
1. Kala Sang Surya Tenggelam
“Kala Sang Surya Tenggelam” menjadi salah satu karya Guruh Soekarnoputra yang paling dikenal. Lagu ini dipopulerkan oleh Chrisye dan masuk dalam album Sabda Alam yang dirilis pada 1978.
Popularitas lagu tersebut kembali meningkat setelah digunakan sebagai salah satu lagu tema serial Gadis Kretek. Lagu “Kala Sang Surya Tenggelam” dibawakan kembali oleh Nadin Amizah untuk serial tersebut.
Kembali populernya lagu ini menunjukkan bahwa karya Guruh tetap dapat diterima oleh pendengar lintas generasi. 2. Kala Cinta Menggoda
“Kala Cinta Menggoda” juga menjadi salah satu lagu ciptaan Guruh Soekarnoputra yang populer. Lagu ini dikenal luas dan telah dinyanyikan kembali oleh sejumlah musisi.
Karya tersebut menjadi salah satu contoh lagu Guruh yang mampu bertahan dalam perjalanan musik Indonesia dan terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.
3. Zamrud Khatulistiwa
“Zamrud Khatulistiwa” merupakan salah satu karya Guruh yang mengangkat identitas Indonesia. Lagu ini menjadi bagian dari sejumlah pertunjukan dan konser yang menampilkan kembali karya-karya Guruh Soekarnoputra.
Lagu tersebut juga masuk dalam rangkaian karya Guruh yang kembali direkam dan dikemas dalam album Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra 2020.
4. Gita Cinta dari SMA
“Gita Cinta dari SMA” menjadi salah satu karya Guruh yang lekat dengan budaya populer Indonesia. Lagu tersebut dikenal melalui kisah percintaan remaja yang kemudian juga diadaptasi ke dalam film dengan judul yang sama.
Karya ini turut menjadi bagian dari lagu-lagu Guruh yang pernah ditampilkan kembali dalam konser penghormatan terhadap perjalanan seninya.
Baca Juga :
“Galih dan Ratna” merupakan karya Guruh yang juga dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Lagu ini berkaitan dengan kisah populer Gita Cinta dari SMA dan telah dibawakan kembali oleh musisi dari generasi berikutnya.
Salah satunya adalah Tulus yang pernah membawakan “Galih dan Ratna” dalam konser yang memberikan penghormatan terhadap karya Guruh Soekarnoputra.
6. Kembalikan Baliku
“Kembalikan Baliku” menjadi salah satu karya Guruh yang turut memperlihatkan perhatiannya terhadap budaya dan identitas daerah di Indonesia.
Lagu tersebut termasuk dalam deretan karya Guruh yang ditampilkan kembali dalam konser penghormatan terhadap dirinya. Karya ini memperkuat ciri khas Guruh yang kerap memasukkan unsur Indonesia dalam karya seni yang dibuatnya.
Warisan Karya Guruh Soekarnoputra
Guruh Soekarnoputra tidak hanya meninggalkan karya dalam bentuk lagu, tetapi juga jejak panjang dalam perkembangan seni pertunjukan Indonesia. Sejumlah karyanya terus dinyanyikan dan diperkenalkan kembali oleh musisi lintas generasi.Kehadiran kembali karya-karya seperti “Kala Sang Surya Tenggelam” dalam serial Gadis Kretek menjadi salah satu contoh bagaimana karya Guruh tetap memiliki tempat dalam budaya populer Indonesia hingga saat ini.