Kejar Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Fokus 6 Sektor Strategis

Menkeu Suahasil Nazara dalam acara Antara Business Forum di Fairmont Hotel, Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.

Kejar Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Fokus 6 Sektor Strategis

Andika Fauzan Azhari • 23 September 2026 14:57

Jakarta: Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen untuk tahun depan dengan mengandalkan peningkatan investasi sebagai mesin penggerak utama.
 
Untuk mengejar sasaran tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan saat ini pemerintah membidik enam sektor strategis yang dinilai memiliki permintaan domestik (domestic demand) yang kuat serta daya serap investasi yang tinggi.
 
Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur perekonomian nasional di tengah dinamika gejolak global. Fokus pada enam sektor prioritas ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan daya saing industri nasional.
 
"Untuk tahun depan kita memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar tujuh persen, kalau bisa lebih. Ini menjadi PR yang sangat besar. Karena itu kemudian berbagai macam elemen di dalam pembangunan kita harus bersinergi, harus bekerja sama," ucap Suahasil dalam Antara Business Forum di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
 
Suahasil juga menekankan penentuan sektor prioritas ini didasarkan pada besarnya potensi pasar dalam negeri yang tidak pernah surut, sehingga mampu memberikan kepastian bagi para investor.
 


Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,04% Dinilai Jadi Modal Baik

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)

 

Fokus enam sektor prioritas pemerintah

 
Adapun enam sektor yang menjadi fokus utama pemerintah meliputi infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam, industri manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, serta energi terbarukan. Keenam bidang ini dipandang sebagai kebutuhan mendasar masyarakat Indonesia yang terus berkembang.
 
Di samping mendorong sektor riil, pemerintah juga menyiapkan ekosistem pendukung melalui penguatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur konektivitas, kepastian regulasi, hingga sinergi lembaga baru seperti Danantara sebagai pendorong investasi bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta.
 
"Seluruh enam sektor ini adalah sektor yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Artinya Domestic demand-nya tidak akan pernah kurang dan akan tumbuh terus. Nah, karena itu ini adalah pilihan dari sektor prioritas tersebut," tambah Suahasil.
 
Dengan solidnya permintaan dalam negeri serta dukungan ekosistem investasi yang terintegrasi, Menkeu optimistis target pertumbuhan ekonomi enam persen dapat tercapai sekaligus membawa Indonesia keluar dari middle-income trap.

(Husen Miftahudin)