Mamdani Sebut Netanyahu Menyebarkan Kebohongan Pada Pidato PBB

Wali Kota New York Zohran Mamdani. Foto: The New York Times

Mamdani Sebut Netanyahu Menyebarkan Kebohongan Pada Pidato PBB

Fajar Nugraha • 25 September 2026 05:49

New York: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam pidatonya di hadapan Sidang Majelis Umum PBB pada Kamis 24 September 2026 waktu Amerika Serikat (AS).

Netanyahu menuduh sang wali kota melakukan antisemitisme dan menyatakan bahwa kritik Mamdani terhadap Israel telah membahayakan populasi Yahudi di New York.

Netanyahu mengatakan bahwa sejak Mamdani menjabat, "banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman di New York."

Mamdani, Wali Kota Muslim pertama di New York, telah lama menjadi pengkritik vokal atas perlakuan Israel terhadap warga Palestina dan mengecam Netanyahu sebagai penjahat perang. Netanyahu berulang kali menyerang sang wali kota terkait pandangannya, dan banyak klaim yang disampaikan perdana menteri dalam pidatonya itu mengulangi serangan-serangan sebelumnya terhadap Mamdani.

Sikap Mamdani terhadap Israel telah menjadikannya lawan politik yang kuat bagi sang perdana menteri, yang saat ini tengah menjalani kampanye pemilihan ulang yang krusial.

Ketegangan di antara keduanya meningkat menjelang kehadiran Netanyahu di PBB. Mandani kembali menyebut perdana menteri sebagai penjahat perang dalam sebuah wawancara dan menyerukan penangkapannya, sementara Netanyahu merilis video yang menyerang sang wali kota.

Dalam pidato berdurasi sekitar 37 menit pada Kamis tersebut, Netanyahu secara khusus menyoroti pernyataan Mamdani yang menyebut bahwa tindakan Israel dalam perang di Gaza merupakan genosida.

Sebuah komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta berbagai kelompok hak asasi manusia internasional dan Israel, telah menyimpulkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza selama perang berlangsung—perang yang dipicu oleh serangan teroris mematikan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Netanyahu dengan tegas menolak klaim-klaim tersebut, dan dalam pidatonya Kamis ia menyatakan bahwa "menuduh Israel melakukan genosida adalah kebohongan terbesar abad ini."

Ia juga menyinggung istri Mamdani, Rama Duwaji, yang sempat menuai kritik karena memberikan tanda suka (like) pada unggahan media sosial yang mendukung perjuangan Palestina tepat setelah serangan 7 Oktober terjadi.

Menanggapi Netanyahu, Mamdani menuduh perdana menteri tersebut menggunakan pidatonya di PBB "untuk mengulangi kebohongan tak berdasar yang bertujuan membenarkan tindakan genosida terhadap warga Palestina."

"Namun, tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa ia masih menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," ujar wali kota tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari The New York Times, Jumat 25 September 2026.

Mamdani tidak menghadiri pidato Netanyahu. Saat pidato berlangsung, ia dijadwalkan untuk bergabung dengan perdana menteri Belanda dalam "diskusi bersama kaum muda LGBTQ+."

Sesaat sebelum pidato dimulai, Mamdani mengunggah video berdurasi satu menit tanpa kata-kata di media sosial yang memperlihatkan dirinya sedang menanam pohon zaitun di Gracie Mansion -,kediaman resminya,- serta bersantap malam bersama keluarga-keluarga Palestina dari Gaza.

"Semoga perdamaian menjadi masa depan kita," tulis wali kota itu dalam keterangan unggahannya.

Meskipun sedang berkampanye jauh dari New York, Netanyahu berulang kali menyinggung nama Mamdani. Partai Likud pimpinannya telah memasang wajah Mamdani pada papan reklame dan poster kampanye di Israel, bersanding dengan gambar para pemimpin Iran, Turki, dan Hizbullah.

Awal bulan ini, perdana menteri tersebut mengunggah video kampanye buatan AI yang menggambarkan sang wali kota sedang merayakan kemungkinan kekalahan pemilu Netanyahu bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ayatollah Mojtaba Khamenei dari Iran, dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Awal pekan ini, Netanyahu merilis video kecaman keras terhadap wali kota tersebut, dengan tuduhan keliru bahwa Mamdani mendukung Hamas dan memicu kerusuhan anti-Yahudi di New York.

Dalam kampanye pemilihan wali kota tahun lalu, Mamdani berjanji akan melaksanakan surat perintah penangkapan internasional terhadap Netanyahu saat perdana menteri itu berkunjung ke New York. Netanyahu dituduh melakukan kejahatan perang pada tahun 2024 oleh Mahkamah Pidana Internasional; ia telah membantah tuduhan tersebut.

Mamdani menarik kembali janjinya pada Juli, dengan mengakui melalui sebuah video bahwa pemerintah kota tidak memiliki wewenang hukum untuk melakukan penangkapan tersebut, namun ia mendesak pemerintah federal untuk melakukannya. Dalam sebuah penampilan di Fox News setelah video itu diunggah, Netanyahu menuduh wali kota tersebut "memantik kebencian."

Wali kota telah mengecam Hamas sebagai organisasi teroris dan menyebut serangan 7 Oktober sebagai "kejahatan perang yang mengerikan." Meskipun terjadi peningkatan kejahatan kebencian antisemitisme di New York dalam beberapa tahun terakhir -,serta unjuk rasa anti-Israel yang terkadang berujung kekacauan,- tidak ada kerusuhan yang menargetkan warga Yahudi selama masa jabatan Mamdani.

Pada minggu pertama masa jabatannya, pemerintah Israel menuduh Mamdani bersikap antisemit setelah ia mencabut dua perintah eksekutif yang ditandatangani oleh pendahulunya, Eric Adams; perintah tersebut sebelumnya melarang instansi pemerintah kota memboikot Israel dan mengategorikan sejumlah kritik terhadap Israel sebagai tindakan antisemit. Saat itu, Mamdani menyatakan bahwa "melindungi warga New York yang berlatar belakang Yahudi akan menjadi fokus pemerintahan saya."

Kendati demikian, kritik berkelanjutan Mamdani terhadap Israel telah membuat banyak warga Yahudi New York merasa terasing atau resah, serta memicu peringatan dari para pemimpin Yahudi yang beranggapan bahwa komentarnya mengobarkan antisemitisme. Namun, kelompok-kelompok Yahudi progresif yang mendukung sang wali kota justru memuji sikapnya tersebut.

Brad Lander, salah satu sekutu utama Mamdani sekaligus calon anggota DPR dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan yang mencakup Brooklyn dan Manhattan, menyebut serangan Netanyahu terhadap sang wali kota sebagai tindakan yang "mengerikan."

"Antisemitisme benar-benar sedang meningkat, dan diperlukan strategi nyata untuk mengatasinya," ujar Lander, yang juga seorang Yahudi.

"Tindakan Netanyahu yang secara sinis menjadikan tuduhan antisemitisme sebagai senjata -,alih-alih mempertanggungjawabkan kejahatannya sendiri,- justru membuat warga Israel dan Yahudi Amerika merasa kurang aman,” tegas Lander.

Saat mengakui bahwa pemerintah kota tidak memiliki wewenang untuk menangkap Netanyahu, Mamdani secara tersirat justru mendorong aksi protes terhadap sang perdana menteri.

Hal ini memunculkan pertanyaan apakah ia akan hadir dalam demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan pidato Netanyahu pada Kamis sore. Sang wali kota akhirnya memutuskan untuk tidak menghadiri aksi protes apa pun menjelang pidato tersebut.

(Fajar Nugraha)