Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Cony Brilliana.
Tak Tunggu Hujan Reda, Pemprov DKI Percepat Tambal Jalan Berlubang
Cony Brilliana • 29 January 2026 18:15
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginstruksikan percepatan perbaikan darurat pada sejumlah ruas jalan protokol yang rusak akibat curah hujan tinggi. Langkah ini diambil guna meminimalisasi risiko kecelakaan bagi para pengendara, mengingat kondisi jalan berlubang di beberapa titik kian membahayakan.
“Awalnya pembangunan jalan itu menunggu sampai dengan curah hujan berkurang. Tetapi tadi dibutuhkan, akhirnya karena beberapa jalan sudah mulai berlubang, perlu penanganan sehingga Dinas Bina Marga disetujui untuk segera melakukan penanganan,” kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Januari 2026.
Pramono menegaskan bahwa keselamatan warga tidak bisa ditunda meski idealnya perbaikan jalan membutuhkan cuaca cerah agar hasilnya maksimal. Ia juga meminta Dinas Bina Marga untuk tidak hanya melakukan penambalan darurat, tetapi juga tetap menjalankan perawatan jalan secara rutin di seluruh wilayah Jakarta, terutama pada titik rawan genangan.
“Secara khusus kepada Dinas Bina Marga selain penanganan darurat untuk jalan juga diminta untuk perawatan jalan secara rutin tetap diadakan,” tambah Pramono.
.jpg)
Perbaikan jalan rusak. Foto: Dok. Antara.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, memberikan penjelasan teknis terkait kendala perawatan jalan di tengah cuaca ekstrem. Menurutnya, karakteristik aspal saat ini masih memiliki kelemahan terhadap paparan air yang berkelanjutan, terutama saat harus menopang beban kendaraan berat.
“Memang untuk aspal ini, kalau terkena air, dia memang melemahkan lah, ikatannya semakin berkurang. Jadi kalau ada aspal khusus atau tidak, ini sampai saat ini belum ada yang bisa membuat aspal yang tahan terhadap hujan genangan,” ujar Heru.
Untuk saat ini, perbaikan yang dilakukan bersifat sementara dengan metode penambalan (patching). Pemprov DKI baru akan menjadwalkan perbaikan permanen secara menyeluruh setelah intensitas hujan menurun. Hal ini dilakukan guna memastikan material aspal baru memiliki daya ikat yang kuat dan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.