Lebaran ilustrasi. Metrotvnews.com.
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Simak Penjelasannya
Arga Sumantri • 23 February 2026 11:34
Jakarta: Prediksi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi hal yang banyak diperbincangkan. Meski berbagai kalender astronomi telah memperkirakan tanggalnya, penetapan resmi pemerintah biasanya tetap bergantung pada hasil pengamatan hilal di akhir Ramadan.
Secara perhitungan astronomi, lebaran tahun ini diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026. Penanggalan ini mengikuti sistem kalender Islam yang berbasis peredaran bulan, di mana 1 Syawal ditetapkan setelah hilal terlihat pada malam ke-29 Ramadan.
Namun, apabila hilal tidak terlihat, Ramadan digenapkan menjadi 30 hari sehingga lebaran berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.
Melansir berbagai sumber, perbedaan tanggal perayaan dapat terjadi karena metode penetapan awal bulan yang tidak seragam. Sejumlah negara menggunakan rukyat atau pengamatan langsung hilal, sementara lainnya mengandalkan hisab atau perhitungan astronomi.
Faktor cuaca, letak geografis, dan kriteria visibilitas hilal turut memengaruhi hasil penetapan. Dalam praktiknya, satu negara bisa menetapkan Idulfitri pada 20 Maret 2026 jika hilal terlihat pada malam ke-29 Ramadan.
Selain tanggal perayaan, durasi libur nasional di tiap negara juga berbeda. Beberapa negara menetapkan satu hari libur resmi, sementara lainnya memberikan waktu lebih panjang untuk perayaan bersama keluarga.
Dengan demikian, Idulfitri 2026 berpotensi dirayakan pada 20 atau 21 Maret 2026, tergantung hasil penetapan hilal oleh otoritas keagamaan di masing-masing negara.

Ilustrasi pemantauan hilal. Dok Metrotvnews.com
Bagaimana di Indonesia?
Di Indonesia, setidaknya ada dua acuan besar, yakni perhitungan Muhammadiyah dan keputusan pemerintah melalui sidang isbat. Organisasi Islam Muhammadiyah dikenal menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan awal bulan Hijriah.Metode ini berbasis perhitungan astronomi tanpa menunggu rukyat secara langsung. Berdasarkan kalender hisab, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Versi pemerintah dan sidang Isbat
Sementara itu, pemerintah Indonesia menetapkan awal Syawal melalui mekanisme rukyat hilal dan sidang isbat yang digelar Kementerian Agama. Penentuan ini mempertimbangkan hasil pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia serta perhitungan hisab sebagai data pendukung.Jika hilal belum memenuhi kriteria pada 29 Ramadan, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Dalam skenario ini, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sebaliknya, jika hilal terlihat memenuhi kriteria pada 29 Ramadan, maka 1 Syawal 1447 Hijriah bakal berbarengan dengan penetapan Muhammadiyah. (Keysa Qanita)