Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dalam peluncuran aplikasi "Reviu Menu MBG". Foto: Antara.
Mulai Juni 2026, Publik Bisa Pantau Program MBG Lewat Aplikasi
Gabriella Thesa Widiari • 26 May 2026 15:20
Jakarta: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengatakan, dasbor aplikasi "Reviu Menu MBG" dapat diakses publik mulai Juni 2026. Langkah ini untuk meningkatkan transparansi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saat ini dashboard masih dicek oleh internal, Insyaallah dua minggu ke depan masyarakat bisa melihat persentase keterlambatan (pengantaran makanan), persentase aroma baik atau busuk yang dilaporkan di aplikasi," ujar Sony, dilansir dari Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat nantinya bisa memantau penilaian terhadap kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mulai dari ketepatan waktu distribusi hingga kualitas makanan yang diterima penerima manfaat.
Aplikasi "Reviu MBG" diluncurkan BGN sebagai instrumen evaluasi langsung terhadap layanan MBG di lapangan. Penilaian yang dilakukan oleh person in charge (PIC) atau penanggung jawab di sekolah, pondok pesantren, dan posyandu.
PIC tersebut terdiri atas guru, ustadz, maupun kepala posyandu yang ditunjuk untuk memantau distribusi dan kualitas makanan setiap hari. Dalam aplikasi itu, terdapat empat parameter utama yang dinilai, yakni ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa makanan, serta variasi menu dibandingkan hari sebelumnya.
"Jadi, guru bisa melaporkan misalnya menu hari telur rebus bumbu balado, besok telur bumbu rendang, lalu telur bumbu apalagi, itu kan menandakan menu dari SPPG tidak variatif. Ini kemudian nanti jadi bahan evaluasi BGN," ujar dia.
(2).jpg)
Ilustrasi menu Makan Bergizi Gratis. Foto: Antara.
Sony menjelaskan hasil penilaian tersebut akan menjadi indikator kinerja atau key performance indicator (KPI) masing-masing SPPG. Selain itu, kepala SPPG juga diwajibkan memberikan arahan kepada guru dan kepala posyandu terkait penggunaan aplikasi tersebut agar proses penilaian berjalan seragam.
BGN berharap, keterbukaan data penilaian MBG kepada publik dapat memperkuat pengawasan sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan program makan bergizi di seluruh daerah.