Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie)/Foto Metrotvnews
Soroti AI Diskriminasi Disabilitas, Rerie Dorong Literasi Sesuai Konstitusi
Muhamad Marup • 25 May 2026 19:30
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menyoroti adanya diskriminasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap para disabilitas. Ia mendorong adanya literasi digital dan literasi AI bagi penyandang disabilitas sebagai bagian pelaksanaan amanat konstitusi.
"Pembukaan UUD 1945 memberi mandat yang sangat jelas yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang berarti bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas," ujar Rerie, pada pelatihan AI program EQUAL (Empower Equality AI Initiative) yang digelar Alunjiva Indonesia dan Microsoft di kantor Komite Nasional Disabilitas, di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
"Transformasi digital harus berjalan selaras dengan transformasi sosial agar tidak menciptakan ketimpangan baru," jelas anggota Komisi X DPR RI itu.
Rerie menekankan, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi penting untuk mengingatkan bahwa teknologi juga harus menghormati martabat manusia. Menurutnya, isu disabilitas terlalu lama ditempatkan dalam bingkai belas kasihan.
"Paradigma itu harus ditinggalkan. Penyandang disabilitas bukan objek kebaikan, tetapi adalah subjek hak," kata Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
Dalam konteks AI, Rerie menegaskan, penyandang disabilitas tidak cukup hanya menjadi peserta pelatihan. Menurutnya, mereka juga harus mampu menjadi perancang teknologi dan penguji aksesibilitas.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Dok Metrotvnews.com
Ia menambahkan, AI harus dirancang dengan kemudahan aksesibilitas sejak awal. Aksesibilitas harus menjadi prinsip dasar desain teknologi.
"Jangan biarkan siapa pun mendefinisikan masa depan tanpa kehadiran Anda. Jangan biarkan teknologi dibangun tanpa suara Anda. Karena masa depan Indonesia harus dibangun bersama seluruh warga bangsa," ucap Rerie, di hadapan para penyandang disablitas peserta pelatihan AI program EQUAL.