Dinsos Palembang Bina Anak Korban Penyalahgunaan Lem di Jembatan Ampera

Sejumlah anak korban penyalahgunaan lem di Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026 berada di Dinsos Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/HO-Pemkot Palembang

Dinsos Palembang Bina Anak Korban Penyalahgunaan Lem di Jembatan Ampera

Silvana Febiari • 1 June 2026 12:02

Palembang: Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, Sumatra Selatan, membina anak-anak korban penyalahgunaan lem di Jembatan Ampera yang viral di media sosial sejak akhir pekan Mei 2026. Langkah cepat ini diambil setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan mereka dan memicu simpati sekaligus keresahan warganet di berbagai platform media sosial.

Dari dua anak yang terekam dalam konten viral tersebut, satu anak bernama Apr berhasil ditemukan dan diamankan bersama keluarganya di Gang Pulau. Sedangkan satu anak lainnya hingga saat ini dalam pencarian tim gabungan di lapangan.

"Berdasarkan hasil penelusuran, kedua anak tersebut sehari-hari mendapatkan uang dari hasil meminta-minta di jalanan. Aktivitas di jalanan itu pula yang membuat mereka terkontaminasi oleh lingkungan serta teman sebaya, hingga akhirnya terjerumus dalam kebiasaan menghisap lem," kata Kepala Dinsos Palembang M Raimon Lauri, dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2026
 


Dia menjelaskan petugas kini telah memulangkan Apr kepada pihak keluarga mengingat usianya yang masih di bawah umur. Proses tersebut langsung diikuti dengan asesmen mendalam yang melibatkan Dinsos Kota Palembang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Sentra Budi Perkasa.


Jembatan Ampera di Kota Palembang, Sumatra Selatan. (ANTARA/Nova Wahyudi)

Tim Sentra Budi Perkasa bersama Kementerian Sosial dijadwalkan meninjau langsung lokasi hari ini untuk menyalurkan bantuan logistik dan stimulan. Sebagai langkah penanganan jangka panjang, pemerintah setempat kini mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi kepada pihak keluarga agar memperketat pengawasan, sehingga anak tidak kembali berkeliaran di jalanan.

Dinsos Palembang juga terus berkolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak tersebut. Selain itu, Dinsos juga mengarahkan dan memfasilitasi anak tersebut agar dapat mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.

(Silvana Febiari)