Ilustrasi. Foto: Dok MI
SAL Rp420 Triliun Modal Penting di Tengah Ketidakpastian Global
Eko Nordiansyah • 12 May 2026 15:38
Jakarta: Cadangan penyangga fiskal pemerintah berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini menyentuh kisaran Rp420 triliun menjadi modal penting di tengah ketidakpastian global.
Namun, Analis dari Permata Institute for Economic Research (PIER) mengingatkan agar dana windfall komoditas dari tahun-tahun sebelumnya tersebut tidak dihamburkan secara gegabah.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menjelaskan, SAL idealnya diposisikan sebagai jembatan likuiditas untuk meredam kepanikan pasar obligasi. Serta memastikan kelancaran subsidi energi tanpa harus mengganggu pos belanja prioritas.
"Tapi bukan solusi strukturalnya, kembali lagi karena penggunaan SAL ini akan efektif kalau digunakan secara selektif, terukur, dan juga dikaitkan dengan strategi yang jelas ya," kata Josua dalam Virtual Media Briefing PIER Economic Review Kuartal 1 2026, Selasa, 12 Mei 2026.
Josua mengingatkan apabila instrumen penyangga ini digunakan terlalu cepat untuk menambal defisit tanpa diimbangi oleh pembenahan penerimaan pajak dan efisiensi subsidi, pasar keuangan justru akan membacanya sebagai sinyal negatif berkurangnya daya tahan fiskal negara.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Sektor Logistik dan Petrokimia Paling Rentan
Imbas konflik Timur Tengah dan ketidakpastian global mengakibatkan lonjakan harga minyak mentah dunia diproyeksikan memukul dua sektor utama, yakni transportasi logistik dan industri petrokimia yang bergantung pada bahan baku impor.Head, Industry & Regional Research Permata Bank Adjie Harisandi merinci sektor transportasi yang tidak menikmati fasilitas Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan menjadi pihak pertama yang merasakan tekanan operasional.
"Dan kalau kita lihat sebetulnya ya transportasi udara salah satunya yang mungkin melihat kenaikan harga tiket yang cukup tinggi akibat adanya kenaikan harga minyak ini gitu," papar Aji.
Selain transportasi, lonjakan harga minyak juga menjalar ke industri kimia dasar yang menjadi hulu bagi berbagai produk turunannya, mulai dari plastik, farmasi, hingga otomotif.
Adjie menambahkan Imbas kenaikan ongkos produksi bahan baku ini diprediksi akan bermuara pada naiknya harga jual barang ke tingkat konsumen dalam beberapa kuartal ke depan.