Raja Ampat. Foto: Antara
136 Mooring Buoy bakal Dipasang untuk Lindungi Raja Ampat
M Sholahadhin Azhar • 20 May 2026 19:23
Jakarta: Kementerian Pariwisata berencana memasang 136 mooring buoy (pelampung tambat) di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya. Pemasangan itu, sebagai upaya untuk melindungi status global geopark dari UNESCO.
"Itu untuk menjaga sistem ekonomi dari terumbu karang di sana, karena sekarang itu banyak sekali kapal berlayar di sana untuk diving tapi jangkarnya di mana-mana," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dikutip dari Antara, Rabu, 20 Mei 2026.
Hal itu diungkap Widiyanti usai mengikuti Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta. Widiyanti menyampaikan berdasarkan hasil peninjauan ke Raja Ampat sebelumnya, terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki bersama dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah hingga industri setempat, di antaranya yakni daya dukung untuk destinasi di kawasan perairan Raja Ampat.
Menurutnya, banyak aktivitas di perairan yang melibatkan pengalaman diving dan kehadiran kapal-kapal yang berlayar di sana.
Temuan lainnya yaitu isu sampah saat ini semakin disoroti di Raja Ampat. Pemerintah saat ini, katanya, sedang berupaya mencegah kapal-kapal yang singgah di destinasi tersebut membuang sampah di tengah laut.
Widiyanti menyarankan pada pengelola dan pemerintah daerah untuk memasang jaring di area sungai dalam rangka mencegah sampah-sampah tersebut masuk ke darat.
"Itu butuh usaha yang luar biasa dan pasti biaya juga operasionalnya. Jadi perlu distrategikan bersama, ini karena sampah kan isu nasional sekarang. Jadi kita mendata dan mudah-mudahan ke depan kita bisa membangun pariwisata di Raja Ampat secara bertanggung jawab," kata dia.
Pada Selasa, 12 Mei 2026, Widiyanti menegaskan status UNESCO Global Geopark bukan sekadar pengakuan internasional, melainkan bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan kawasan.
Maka dari itu, sinergi antara perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat pariwisata sangat penting untuk dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Raja Ampat. Foto: Antara
Dia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memiliki rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama dalam menjaga keberlanjutan Raja Ampat sebagai destinasi unggulan dunia.
“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” katanya.
Tim Asesor dari UNESCO dikabarkan akan datang ke Indonesia pada bulan Agustus 2026 untuk melakukan validasi ulang terhadap status geopark (taman bumi) Raja Ampat. Proses tersebut menjadi sangat penting bagi destinasi wisata Indonesia untuk mempertahankan status tersebut.