Media Israel Sebut Serangan ke Iran Dikoordinasikan dengan AS

Israel dikabarkan persiapkan serangan ke Iran dengan koordinasi Amerika Serikat. Foto: EPA

Media Israel Sebut Serangan ke Iran Dikoordinasikan dengan AS

Fajar Nugraha • 8 June 2026 17:55

Tel Aviv: Israel dikabarkan berkoordinasi dengan Amerika Serikat (AS) sebelum melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin, 8 Juni 2026.

Harian Israel Hayom melaporkan bahwa rencana serangan itu diungkap dari sumber yang tidak disebutkan namanya dan bertentangan dengan pernyataan Gedung Putih yang menyatakan Washington tidak terlibat dalam operasi tersebut.


Serangan Israel menargetkan sejumlah lokasi di Iran bagian barat dan tengah, yang memicu peningkatan ketegangan di kawasan Asia Barat. Sementara itu, media Axios mengutip seorang pejabat militer Amerika Serikat yang menegaskan bahwa militer AS tidak berpartisipasi dalam serangan tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan memintanya untuk tidak membalas serangan rudal Iran. Menurut laporan Axios, Trump menilai perundingan dengan Teheran sedang mendekati tahap yang sangat penting.

Seorang pejabat AS yang dikutip Axios menyebut Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa kedua pihak hampir mencapai sesuatu yang baik dalam hal kesepakatan. Namun, Senator AS Chris Murphy menilai Israel telah mengabaikan seruan Washington untuk menahan diri.

"Perang ini telah menjadi penghinaan bagi Trump dan kekuatan Amerika secara umum," tulis Murphy dalam unggahan di media sosial X.

Ia menilai serangan Israel dilakukan hanya beberapa jam setelah Trump menyampaikan permintaan agar tidak ada eskalasi lebih lanjut.

Dilansir dari media Press TV, ketegangan terbaru terjadi setelah Israel menyerang kawasan pinggiran selatan Beirut pada Minggu. Serangan itu menjadi yang pertama di wilayah tersebut sejak Amerika Serikat mengajukan proposal gencatan senjata untuk Lebanon pada pekan sebelumnya.

Pada hari yang sama, Iran meluncurkan rentetan rudal ke wilayah yang diduduki Israel sebagai respons atas serangan yang terus berlanjut di Lebanon. Media Israel melaporkan sirene peringatan berbunyi di berbagai wilayah, termasuk Dataran Tinggi Golan, Tiberias, Safed, Nazareth, Haifa, dan sejumlah kota lainnya.

Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara berada dalam status siaga tinggi. Kementerian Pendidikan Israel juga menutup seluruh sekolah dan pusat pendidikan untuk sementara waktu karena alasan keamanan.

Markas Khatam al-Anbiya, yang merupakan komando pusat Angkatan Bersenjata Iran, memperingatkan akan memberikan serangan yang lebih keras apabila Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon. Iran menegaskan serangan rudalnya merupakan respons langsung terhadap tindakan Israel di Lebanon, termasuk serangan di kawasan Dahiyeh, Beirut.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)