PM Israel Benjamin Netanyahu. (EPA-EFE)
Netanyahu Kecam Macron usai Kritik Kebijakan Israel di Tepi Barat dalam Pidato PBB
Willy Haryono • 23 September 2026 16:00
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengkritik tindakan Israel di Tepi Barat, dengan menyebut pernyataannya sebagai hal yang “sangat absurd” dan mengejutkan.
“Pernyataan Emmanuel Macron yang sangat absurd itu sungguh mengejutkan,” tutur pernyataan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sebagaimana dilansir RTE, Rabu, 23 September 2026.
“Teroris Hamas melakukan serangan terhadap warga Yahudi hampir setiap hari. Mereka telah membunuh banyak warga sipil Israel di Yudea dan Samaria,” imbuhnya, merujuk pada kelompok pejuang Palestina.
Pemerintahan Netanyahu menyoroti penembakan yang menewaskan seorang pemukim Israel di Tepi Barat pada Minggu, sehari sebelum Yom Kippur, hari paling suci dalam agama Yahudi. Israel mengatakan korban juga memiliki kewarganegaraan Prancis.
Militer Israel mengklaim telah menangkap pria bersenjata Palestina yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut di sebuah rumah sakit. Pasukan Israel kemudian menggerebek desanya. Seorang menteri dalam pemerintahan Netanyahu menyerukan agar pelaku dieksekusi berdasarkan undang-undang baru.
Diketahui pemukim Israel yang berhaluan ekstrim kerap menyerang dan merampas properti milik warga Palestina di Tepi Barat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sekitar enam insiden kekerasan yang melibatkan pemukim Israel terhadap warga Palestina atau properti mereka terjadi setiap hari di wilayah tersebut sepanjang tahun ini.
Sebelumnya dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB seri ke-81, Macron mengecam kondisi kemanusiaan di Gaza serta tindakan Israel di Tepi Barat.
“Apa artinya kredibilitas kita jika kita tetap tidak bertindak terhadap Gaza? Sebagian pihak mengklaim perdamaian telah tercapai, tetapi hal itu belum membuka jalur pengiriman bantuan kemanusiaan. Ini adalah pemandangan yang mempermalukan kita semua,” tegas Macron.
Belakangan, hubungan Netanyahu dan Macron tidak harmonis. Macron sebelumnya memimpin upaya sejumlah negara Barat dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu untuk mengakui negara Palestina.
Prancis baru-baru ini bergabung dengan Inggris dalam menjatuhkan sanksi terhadap produk dari permukiman Israel di Tepi Barat, yang kembali memicu kemarahan pemerintah Israel. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Sidang Umum PBB ke-81: Macron Soroti Krisis Gaza dan Pelanggaran di Tepi Barat