Turki mengecam keras serangan RSF terhadap warga sipil pengungsi di Kordofan Utara, Sudan. (Anadolu Agency)
Turki Kecam Serangan RSF di Sudan yang Tewaskan Puluhan Pengungsi
Willy Haryono • 8 February 2026 20:02
Ankara: Turki mengecam serangan mematikan terhadap warga sipil yang mengungsi di Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan pada Minggu, 8 Februari 2026.
Selain itu, Turki juga menyampaikan duka mendalam atas banyaknya korban jiwa setelah Rapid Support Forces (RSF) menargetkan sebuah kendaraan yang mengangkut warga sipil di Kordofan Utara.
“Kami mengetahui dengan duka mendalam bahwa banyak warga sipil kehilangan nyawa akibat serangan oleh RSF yang menargetkan kendaraan pembawa pengungsi di Negara Bagian Kordofan Utara, Sudan," ujar Kementerian Luar Negeri Turki, dikutip dari Anadolu Agency.
Pihak kementerian menyebut insiden itu melibatkan kendaraan yang mengangkut warga sipil yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah konflik yang masih berlangsung.
“Serangan ini merupakan pelanggaran yang terang-terangan dan serius terhadap hukum humaniter internasional terkait perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil dalam konflik bersenjata,” bunyi pernyataan itu.
Ankara menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam keadaan apa pun selama konflik bersenjata. “Kami dengan tegas mengecam serangan terhadap warga sipil,” lanjut pernyataan tersebut.
Turki juga kembali menyerukan langkah-langkah untuk menjamin keselamatan pihak-pihak yang terdampak konflik. “Kami menegaskan kembali seruan kami agar jalur aman dan tanpa hambatan bagi warga sipil dijamin, serta bantuan kemanusiaan dapat disalurkan tanpa halangan,” tambah kementerian.
Serangan RSF terhadap WFP
Sabtu kemarin, pemerintah Sudan menuduh RSF melakukan serangan drone yang menargetkan konvoi bantuan World Food Programme (WFP) di North Kordofan, yang mengakibatkan korban jiwa dan hancurnya pasokan bantuan.Masih pada Sabtu, otoritas Sudan mengumumkan 24 warga sipil tewas dan sejumlah lainnya luka-luka—termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia—setelah RSF menargetkan sebuah kendaraan yang membawa pengungsi di kota Al-Rahad, North Kordofan.
Pada 25 Januari, militer Sudan menyatakan berhasil memukul mundur serangan serupa oleh RSF dan kelompok sekutunya di wilayah Al-Silik dan Malkan di Negara Bagian Blue Nile.
Dari 18 negara bagian di Sudan, RSF menguasai seluruh lima negara bagian di wilayah Darfur bagian barat, kecuali sebagian North Darfur yang masih berada di bawah kendali militer. Militer menguasai sebagian besar wilayah di 13 negara bagian lainnya di selatan, utara, timur, dan tengah Sudan, termasuk ibu kota Khartoum.
Konflik antara militer Sudan dan RSF yang pecah pada April 2023 telah menewaskan ribuan orang, mengungsikan jutaan warga, dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Baca juga: Serangan Drone RSF di Sudan Tewaskan 24 Pengungsi, Termasuk 8 Anak