Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.
Respons Bentrokan Matraman, Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Saja
Anggi Tondi Martaon • 28 July 2026 12:39
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Ibu Kota terbuka bagi semua pihak tanpa memandang latar belakang. Hal itu disampaikan DKI 1 merespons bentrokan maut di Matraman, Jakarta, beberapa waktu lalu.
“Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Saya tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta,” kata Pramono dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Pramono, bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, itu merupakan realitas yang terjadi di Jakarta, di tengah keberagaman masyarakatnya. Dia meminta kepada seluruh pihak agar menahan diri.
Bentrokan itu pecah di kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut penyelidikan awal kepolisian, bentrok bermula dari tindakan dua orang pengendara sepeda motor yang menggeber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk dekat Masjid Jami Matraman, Jalan Matraman Dalam.
Setelah ditegur akibat bising, kedua orang tersebut pergi lalu kembali membawa lima rekannya untuk merusak gerobak pedagang dan menganiaya warga. Aksi memicu perlawanan massa hingga meluas ke Jalan Tambak dan berlanjut dengan aksi saling lempar batu.
.jpeg)
Garis polisi terpasang di salah satu lokasi bentrokan Matraman, DKI Jakarta. Foto: Metro TV.
Insiden ini berujung pada terbakarnya bangunan serta sejumlah kendaraan di lokasi kejadian. Polisi yang tiba di lokasi berupaya meredam bentrokan, mengevakuasi para korban, dan mengamankan beberapa orang untuk proses pemeriksaan.
Sebanyak dua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Satu korban berinisial K, 23, meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis, sedangkan satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.