Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masih berupaya memadamkan kebakaran kapal di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: ANTARA/HO-Gulkarmat.
Kebakaran Kapal di Penjaringan Jakut Mulai Terkendali
Fachri Audhia Hafiez • 14 August 2026 00:22
Jakarta: Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masih terus berupaya menangani musibah kebakaran yang menghanguskan kapal tradisional di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Peristiwa ini terjadi Kamis malam, 13 Agustus 2026.
“Kami mengerahkan 11 unit mobil pemadam dengan 60 personel serta satu unit kapal boat Paguyuban Muara Angke untuk memadamkan api,” kata Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Gatot menyampaikan bahwa setelah berjibaku di lapangan, kobaran api berhasil dilokalisasi dan proses pemadaman kini telah memasuki tahap pendinginan.
“Petugas sampai di lokasi dan memulai aksi pemadaman pukul 19.50 WIB, dan pukul 21.32 WIB, situasi masih dalam status pendinginan, dalam penanganan,” ujar Gatot.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, kobaran api pertama kali terlihat membesar dari sebuah kapal bernama KM Sabang. Warga yang melihat peristiwa tersebut langsung berteriak meminta pertolongan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
.jpeg)
Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu masih berupaya memadamkan kebakaran kapal di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: ANTARA/HO-Gulkarmat.
Gatot menjelaskan, objek yang terbakar merupakan kapal bekas yang tengah dalam proses pembongkaran untuk diambil material kayunya oleh sang pemilik. Api yang membesar dari KM Sabang kemudian dengan cepat merambat ke armada kapal lain di sekitarnya.
“Penyalaan api berasal dari KM Sabang dan menjalar ke KM Baruna Jaya,” ungkap Gatot.
Selain fokus menuntaskan proses pendinginan, pihak Gulkarmat bersama aparat terkait masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengusut penyebab pasti kebakaran serta menghitung taksiran nilai kerugian materiil.
“Semua masih dalam penyelidikan,” imbuh Gatot.