Kapolri Berharap Pembangunan Jembatan Merah Putih Bantu Kesejahteraan Masyarakat

Jembatan gantung merah putih presisi di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak diresmikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ANTARA/Mansyur.

Kapolri Berharap Pembangunan Jembatan Merah Putih Bantu Kesejahteraan Masyarakat

Anggi Tondi Martaon • 13 August 2026 12:20

Jakarta: Jembatan Gantung Merah Putih Presisi diresmikan di Kabupaten Lebak, Banten. Diharapkan, pembangunan tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peresmian peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto secara virtual. Kegiatan tersebut juga dilakukan pembagian sembako dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Kami berharap pembangunan jembatan gantung, penyaluran bahan pokok, dan pemeriksaan CKG, dapat membantu mensejahterakan masyarakat," kata Sigit dikutip dari Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.

Jenderal bintang empat Korps Bhayangkara itu menjelaskan, Polri telah merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi. Jumlah tersebut tersebar di 30 Polda. 

"Pengerjaan dilakukan secara swadaya," kata Sigit.

Jenderal bintang empat Korps Bhayangkara itu memerinci, sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun. Kemudian, 17 jembatan dalam tahap pembangunan.

"Dan 4 unit dalam tahap perencanaan," ujar Sigit.

Dari 874 jembatan, pembangunan terbanyak di wilayah Polda Banten sebanyak 145 unit yang tersebar di 203 desa dengan panjang 3 kilometer. Ratusan jembatan tersebut memberikan manfaat kepada 500 ribu jiwa.

Selain itu, Sigit menyampaikan 874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki panjang 19,2 kilometer. Fasilitas tersebut menghubungkan 1.314 desa.

"Dan memberikan manfaat kepada 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani," ujar Sigit. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan hasil pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi. Foto: Youtube Setpres.

Tokoh masyarakat Banten Selatan Ahmad Sarip mengatakan pembangunan jembatan gantung itu yang menghubungkan antara Desa Bayah Barat dan Darmasari di Kecamatan Bayah itu sangat didambakan masyarakat. Sebab, jadi penopang ekonomi masyarakat dan bisa menekan biaya transportasi.

Dengan keberadaan jembatan itu, petani bisa menjual hasil bumi seperti umbi-umbian, pisang, dan buah-buahan, lebih mudah dengan menggunakan sepeda motor ke pusat pemerintahan kecamatan.

Selain itu, jembatan tersebut mempermudah anak-anak ke sekolah. Kemudian, mempermudah akses bagi masyarakat yang sakit menuju fasilitas kesehatan.

"Saya kira manfaat jembatan gantung itu cukup besar untuk menunjang kesejahteraan masyarakat," kata Ahmad.

Sementara itu Kepala Desa Bayah Barat Lebak Usup Suhendar mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, dan Panglima TNI yang membangun Jembatan Gantung Merah Putih.

Pembangunan jembatan tersebut dilintasi sekitar 8.000 orang dengan panjang 53 meter dan lebar 1,5 meter. "Kami tentu akan menjaga dan merawat jembatan gantung itu agar berlangsung lama kekuatannya," kata Usup.

(Anggi Tondi)