Polda Kalsel Padamkan Karhutla dari Bawah Tanah Pakai Surfaktan

Tim Penanganan Karhutla saat peninjauan penanganan karhutla dengan menyuntikkan cairan surfaktan langsung ke lapisan gambut di Jalan Sempati, Kelurahan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Humas Polda Kalsel)

Polda Kalsel Padamkan Karhutla dari Bawah Tanah Pakai Surfaktan

Silvana Febiari • 18 September 2026 13:55

Banjarbaru: Polda Kalimantan Selatan mengubah pola pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut dengan menyasar bara di bawah permukaan tanah. Petugas menggunakan cairan surfaktan ramah lingkungan untuk mencegah api kembali muncul.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid mengatakan cairan surfaktan dirancang untuk membasahi lapisan gambut dengan lebih cepat. Cairan tersebut juga dapat meresap ke dalam tanah dan membantu mendinginkan bara di bawah permukaan.

“Inovasi ini mampu mendinginkan dan memadamkan bara api secara permanen,” jelasnya saat peninjauan penanganan karhutla di Jalan Sempati, Kelurahan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, dilansir Antara, Jumat, 18 September 2026. 


Menurut Nur Khamid, metode penyuntikan penting dalam penanganan lahan gambut karena sumber panas tidak selalu terlihat di permukaan. Pemadaman api yang terlihat belum tentu menghilangkan bara yang masih tersimpan di dalam tanah.

Efektivitas metode ini dipantau menggunakan drone thermal untuk mengukur suhu lahan setelah surfaktan disemprotkan. Suhu lahan gambut yang semula sekitar 130 derajat Celsius turun menjadi 30 derajat Celsius dalam waktu sekitar satu menit.

“Dalam satu menit, cairan surfaktan ramah lingkungan ini dapat mendinginkan lahan gambut yang terbakar,” tuturnya


Personel Polda Kalsel saat melakukan metode suntik gambut dengan cairan surfaktan di lahan terbakar area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Jumat, 18 September 2026. (ANTARA/Firman)

Selain mendinginkan gambut, cairan surfaktan membentuk lapisan busa di permukaan. Lapisan ini mengurangi pasokan oksigen ke sumber bara sehingga mencegah api kembali muncul.

Penggunaan metode tersebut juga diharapkan dapat menghemat air dalam proses pemadaman dan pembasahan lahan. Surfaktan dinilai mampu membasahi gambut lebih efektif dibandingkan air biasa.

Waastamaops Polri Irjen Pol Laksana meninjau langsung penerapan inovasi tersebut bersama Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Benny Iskandar, Wakapolda Kalsel, dan pejabat utama Polda Kalsel. Peninjauan dilakukan untuk mengevaluasi penanganan karhutla di lapangan.

(Silvana Febiari)